12 Sep 2014

Camping Seru Bareng Anak-Anak



Bulan Desember tahun 2013 lalu, kami sekeluarga berkesempatan mengikuti kegiatan camping bersama komunitas camping Sekolah Alam Tangerang SAT. Komunitas yang kemunculannya bermula dari minat guru dan orangtua siswa SAT pada kegiatan camping di alam terbuka. Kegiatan rutin komunitas ini adalah setiap liburan semester mengadakan camping di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Jawa Barat. Ini adalah area perkemahan yang terletak di kaki Gunung Pangrango. Kegiatan ini sudah berlangsung rutin selama beberapa tahun, dan tahun ini adalah tahun pertama kami sekeluarga bergabung. Siapa saja yang berminat boleh ikut, bahkan kalau mengajak keluarga lain di luar keluarga Sekolah Alam Tangerang pun sangat dibolehkan.


Yang pasti, buat Zhafi dan Hanan, ini adalah kegiatan camping yang pertama kalinya. Pertama kalinya, kedua bocah itu bermalam di alam bebas. Pertama kalinya kedua bocah itu menikmati udara pegunungan dan AC alam yang super dingin di malam hari.  

Berangkat Jumat malam jam 10. Menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, tibalah kami di bumi perkemahan Mandalawangi hari Sabtu dini hari sekitar pukul 3 pagi. Suasana gelap tanpa penerangan (karena belum dipasangi lampu) begitu memasuki area perkemahan. Namun terdengar suara desisan yang ternyata adalah suara air sungai. Memang lahan perkemahan yang kami tempati itu dekat sekali dengan sungai berbatu yang airnya mengalir deras. Kami baru bisa menikmati keindahannya pagi harinya, ketika sudah terang.

Pagi hari tiba… mata disegarkan dengan pemandangan indahnya Gunung Pangrango yang disinari cahaya matahari pagi yang masih kemerahan (sayang lupa difoto). Plus pemandangan sungai tadi. Baru beberapa keluarga saja yang datang, yaitu kami, dan dua keluarga lain.
Agak siang, mulailah ramai berdatangan keluarga-keluarga lainnya.

Hal menarik yang dilakukan selama di sana adalah main air atau mandi di sungai berbatu yang airnya bening dan dingin. Itu kegiatan favorit anak-anak pastinya. Sehari, bisa berkali-kali anak-anak bikin basah bajunya sampai kehabisan baju karena main di sungai.

Bumi perkemahan ini memiliki beberapa area perkemahan. Ada blok Komodo, blok Danau, blok Kaliandra, dan beberapa area lainnya. Blok Komodo lokasinya berbukit-bukit dan tidak rata. Dinamakan Blok Komodo karena letaknya dekat dengan replika patung komodo. Blok Danau terletak di dekat danau Mandalawangi, dengan areanya yang datar, cocok untuk camping rame-rame, sehingga bisa mengadakan game-game seru bersama. Dan blok Kaliandra, yang areanya teduh karena ditumbuhi banyak pohon Kaliandra.

Menjelang makan siang, aku ikut membantu menyiapkan makanan seperti sup dan gorengan. Ternyata selama aku berkutat di dapur umum, ayahnya mengajak Zhafi dan Hanan jalan-jalan menjelajahi kawasan perkemahan, hingga ke air terjun. Sayangnya, karena aku tidak ikut, aku ngga bisa menggambarkan pemandangan air terjun di sana.

Malam hari, hawa dingin semakin terasa. Si sulung yang alergi dingin mulai bersin-bersin hingga mengeluarkan air mata. Sementara si bungsu, dengan mengenakan jaket, celana panjang, dan kaos kaki bisa segera tidur dengan nyenyaknya tanpat bangun sekalipun.

Keesokan harinya kami berempat penasaran melihat rumah yang katanya rumah pohon. Untuk mencapainya, kami harus menyusuri jalan setapak menembusi pepohonan. Memang rumah pohon itu ada di area hutan. Sampailah kami di rumah pohon, yang rupanya adalah beberapa bangunan seperti rumah dari kayu. Ada papan nama bertuliskan "Rumah Hutan Selaras" Sepertinya dulu rumah pohon ini direncanakan untuk semacam penginapan. Tapi kemungkinan tidak laku disewa karena letaknya yang terlalu jauh di dalam hutan. 
Salah satu bangunan rumah kayu di Rumah Hutan Selaras
Danau Mandalawangi

Di sini, terdapat juga Danau Mandalawangi. Di danau itu, kita bisa berperahu. Kami berempat mencoba pengalaman berperahu dayung. Ibu, Ayah, dan Mas Zhafi yang mendayung, sementara Hanan duduk manis menikmati pemandangan sekitar danau.
Mendayung perahu, latar belakangnya area perkemahan

Menjelang makan siang, kami mulai berkemas-kemas. Setelah makan siang, kami berpamitan dengan keluarga lain dan beranjak meninggalkan bumi perkemahan…  Pengalaman mengasyikkan dan seru buat kami dan anak-anak. We’ll be back next year, in syaa Allah.


Kue Tradisional Itu Bernama Bolu Kemojo


Bolunya ngga sempet difoto, jadi bole minjem di mari :)
Beberapa waktu lalu, tetangga mengirimi saya oleh-oleh berupa makanan khas Pekanbaru, Riau. Namanya Bolu Kemojo. Jadi nambah perbendaharaan kue tradisional nusantara, yaitu bolu kemojo. Gara-gara dikirimi kue ini, jadi terinspirasi membuat tulisan di sini. Kue bolu ini dikemas dalam kotak seukuran buku novel Ahmad Fuadi…. (he, he, cuma itu yang terlintas untuk menggambarkan ukuran kemasannya).

Ada yang sudah pernah coba, atau paling tidak sudah tahu bolu kemojo itu? Saya sendiri baru sekali itu mengetahui ada makanan asli Pekanbaru bernama bolu kemojo. Padahal, dulu waktu kecil sempat juga saya tinggal selama 2 tahun di sana. Yaa… sekitar tahun 1987-1989. Dulu makanan khas dari kota itu sepertinya tidak ada yang cukup booming. Mungkin juga karena waktu itu saya masih kecil ya, masih SD kelas 1, jadi belum eksis kemana-mana sayanya. :D #sekilasinpoh

Pekanbaru pada masa itu adalah kota kecil yang baru mulai berkembang. Belum ada plaza sama sekali. Hehe, iya, saya membandingkan dengan Jakarta, karena sebelum pindah ke Pekanbaru, saya tinggal di Jakarta selama 3 tahun yang mana di sana udah mulai bermunculan plaza-plaza. #masihsekilasinpoh

Hmm... kembali ke Bolu Kemojo. Jadi, ketika saya membuka kotak kemasan bolu Itu, saya mendapati kue yang lebih mirip kue bantat. Padat. Ternyata memang kue ini tdak  memakai bahan tambahan apapun seperti pengembang atau pelembut. Bahan-bahan kue ini hanya tepung terigu, santan, telur, margarine, gula, dan vanili.   

Tetapi walaupun seperti kue bantat, rasanya jangan ditanya. Enak, legit, yummy lah pokoknya….
Kue ini populer diperjualbelikan secara komersil mulai tahun 1998. Awalnya dibuat hanya untuk konsumsi keluarga, tapi lama kelamaan, kue ini menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru. Nama kemojo artinya kamboja, berasal dari bentuk kue ini yang umumnya berbentuk bunga kemboja. Ya… berarti kalau cetakan bolu ini pakai bentuk lain, silakan diganti saja namanya yaa…

Untuk resepnya, saya ngga tulis di sini, karena saya juga belum pernah bikin. Jadi, maaf ni… monggo googling saja ya :P.

31 Mei 2014

London, England.... Checked!


Langit gelap, dan pramugari sudah mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat sebentar lagi. Saya melongok ke jendela, dan sudah tampak hamparan pemandangan penuh lampu gemerlap kota London. Beberapa menit kemudian, terasa dan terdengar roda pesawat beradu dengan landasan. Hati saya berdebar-debar... Saya di London! Sebentar lagi kaki ini akan menapak di daratan di sebuah negara bernama Inggris, negeri yang sejak dulu menjadi tujuan impian saya. Akhirnya, pesawat mendarat sempurna di Bandar Udara International Heathrow.

Segera saja saya mengikuti penumpang lainnya keluar pesawat, menyusuri Bandara, menyelesaikan segala macam administrasinya, dan terakhir setelah bagasi di tangan, saya mencari-cari kendaraan yang bisa membawa saya ke ke hotel yang kutuju. 

Sesampainya di hotel, saya membuka catatan tentang tempat-tempat yang akan saya datangi besok. Tidak sabar rasanya, untuk segera mengunjungi tempat-tempat istimewa yang menjadi landmark kota ini.
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari sudah pagi. Udara sejuk cenderung dingin. Saya memakai baju hangat dan segera saja keluar hotel. Hmm.... Saya ingin segera melihat istana impian itu, Buckingham Palace.  
Istana Buckingham, kediaman keluarga kerajaan Inggris
Buckingham Palace atau Istana Buckingham, tempat kediaman keluarga kerajaan Inggris. Bangunan ini menjadi pusat keramaian Inggris untuk acara-acara kenegaraan, acara hiburan, dan acara jamuan makan untuk tamu undangan. Beberapa bagian dari bangunan ini dibuka untuk pengunjung umum. Wuah... keren sangat bagian dalam interiornya. Bangunannya yang sangat klasik, megah, membuat saya membayangkan kerajaan seperti di dongeng-dongeng khayalan. Hari itu saya habiskan untuk menelusuri Istana Buckingham.

Hari kedua, saya ingin melihat kota London dari atas. Hm.. dan saya tahu harus apa. Menaiki London Eye... bangunan seperti wahana Bianglala di Dufan ini memiliki ketinggian sampai 135 meter berfungsi sebagai roda pengamatan sekaligus wahana wisata.  Bangunan ini berbentuk seperti roda dengan 32 kapsul-kapsul yang dapat mengangkut manusia, sehingga kita yang menaikinya dibawa berputar secara vertikal. Sampai di titik tertinggi, kita bisa melihat kota London yang indah dan menawan itu. 
London Eye, roda pengamatan tertinggi saat ini



Kapsul penumpang London Eye

Hari ketiga, saya tekadkan untuk pergi ke Liverpool mengunjungi Beatles Story, museum yang menyimpan aneka ragam tentang Beatles. Grup band legendaris asal Inggris ini siapa sih yang tak kenal. Saya pun menyukai lagu-lagunya. Termasuk Obladi Oblada yang seakan mengingatkan saya akan kenangan masa kecil, saat bapak dan ibu suka memutarkan lagu ini ketika bermain.

Beatles Story, Museum Beatles


Hari ke empat, saya ingin juga menyempatkan berjalan-jalan di Wesminster Abbey. Gereja yang juga menjadi salah satu landmark di kota London. Gereja yang juga bernama The Collegiate Church of St Peter ini, adalah tempat penobatan Raja dan Ratu Inggris, sekaligus juga tempat pemakaman mereka. Karena nilai sejarahnya yang tinggi, tempat ini termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh Unesco.  
Westminster Abbey, situs warisan dunia

Ah... seru juga ya, bisa berselfie ria di Trafalgar Square, suatu area publik terbuka yang fungsinya mirip alun-alun atau taman kota ini. Tempat yang menjadi tempat berlangsungnya aneka festival, event yang cukup penting di London. Sayangnya, kali ini sedang tidak ada event apapun di Trafalgar.
Ah.... terakhir, kunjungi King’s Cross Station. Pasti penggemar Harry Potter pada tahu deh, kalau di sinilah terletak ‘Platform 9 ¾’ untuk naik kereta Hogwarts Express... Hehe, ya, bukan beneran sih, tapi sekarang kalo sekedar mau foto aja bisa, berpose seakan mau menembus dinding. 
Platform 9 3/4 nya Harry Potter di King's Cross Station

Eh... tapi... kok saya penasaraaan bener yaa... siapa tau beneran bisa nembus dinding di ‘Platform 9 ¾’. Hmmm harus dicoba nih.... mumpung ngga ada yang lihat... 1... 2... 3... Jedukkkk....

Blugh... aduhh... badan terasa sakit semua. Ternyata oh ternyata.... saya terjatuh di lantai. Dan ternyata... itu semua tadi... London Eye tadi.... Istana Buckingham tadi... dan .. dan... segala hal tentang London tadiih... Cuma mimpi...? Ahhh... tidak!

Tapi... semoga mimpi itu bisa jadi kenyataan. Ada kesempatan bagus nih dari Mister Potato. Karena Mister Potato mau nerbangin satu orang yang beruntung ke Inggris, dan tur selama 7 hari di sana, dibayarin semua. Hmm... semoga, ini kesempatan buat saya. 

Kenapa saya harus pergi kesana?
Karena saya sudah mimpi sampai segitu lengkapnya...(hihihi... mimpinya beneran, tapi ngga selengkap itu sihh...).

Tapi, kalau serius mau tahu kenapa (hmm), buat saya pergi ke Inggris itu adalah salah satu wishlist yang sejak masih kuliah pengen banget saya wujudkan. Dan belum pernah bisa saya ceklist, karena belum kesampaian. 

Kenapa saya pengen ke sana?
Pertama, karena, saya suka baca buku, dan beberapa penulis-penulis terkenal yang bukunya karyanya saya suka atau pernah saya baca, banyak yang berasal dari negeri ini. Sebut saja beberapa penulis yang karyanya mendunia Charles Dickens, Alfred Hitckcok, William Shakespear, JK Rowling,  Enyd Blyton, dan Agatha Christie.

Kedua, saya suka dengan aksen Bahasa Inggrisnya orang Inggris yang khas. Menurut saya, aksen orang Inggris itu elegan... J. Jadi, saya bakal seneng banget kalau bisa bercakap-cakap langsung sama orang Inggris sana. 

Hal lainnya adalah, karenaaaa, saya pengen bisa jalan-jalan di tempat-tempat yang menjadi landmark negara Inggris, khususnya yang berada di London.

Terus, meski saya ngga suka bola, tapi ngga bisa dipungkiri lagi, kalau olahraga bola di Inggris itu melahirkan banyak bintang yang mendunia juga. Jadi, saya pengen ngintip tuh, stadion klub-klub bola di Inggris.
Ini habis mimpiin Inggris... :D


Itulah kenapaaa, saya harus pergi ke Inggris.
Semoga bisa diwujudkan melalui Mister Potato yaa.... Colek dulu Mister Potatonya :)



Sumber Gambar:
twicsy.com
travelwithkat.com
london.wikia.com
www.toursandevents.com
travel.allwomenstalk.com 
www.the-magician.co.uk 

23 Mei 2014

Play Dough Time!

Tau kan mainan lilin atau pastisin? Iya, mainan yang berbentuk adonan elastis yang bisa dibentuk-bentuk sesuka hati.

Dengan mainan ini, kita dan anak-anak bisa bereksplorasi membuat bermacam-macam bentuk dari mulai binatang, bangunan, ataupun bentuk-bentuk makanan. Mainan ini biasanya juga jadi ajang permainan pura-pura. Mainan restoran-restoran-an, mainan masak-masakan, chef-chef-an. Hihi, apa aja yang berbau masak-memasak. Karena gampang banget membentuk beraneka macam makanan dari plastisin ini.

Nah, semakin kesini, semakin disadari kalau bahan dasar plastisin itu cukup bahaya juga ya bagi anak. Yang namanya anak kecil, kan bisa aja ngga sengaja masuk ke mulut. Atau sehabis memegang plastisin, tangan masuk mulut. Karena itu, sekarang lebih aman memakai play dough. Play dough ini menggunakan bahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan garam, air, minyak, dan pewarna makanan. Jadi cukup aman bagi anak-anak.

Mengajak anak bermain play dough ini banyak manfaatnya.

Melatih kreativitas dan imajinasi
Anak-anak bisa membentuk aapppaaa saja dengan play dough ini.

Melatih keterampilan motorik halus dan mengenalkan tekstur
Bagi anak-anak balita, cocok sekali main ini. Karena membentuk adonan ini membuat menggerakkan seluruh jari dan tangannya sehingga lebih kuat sekaligus luwes. 

Media berekspresi
Bermain dengan play dough membuat anak bisa bebas mengekspresikan apa saja yang dia pikirkan, rasakan, melalui bentuk-bentuk yang dibuatnya. Tidak ada salah atau benar ketika bermain. Yang terpenting adalah anak merasakan keasyikan dalam bermain.



Media Belajar
Belajar huruf, angka bisa lebih asyik juga lho dengan playdough. Terutama untuk anak yang modalitas belajarnya kinestetik. Di blog lain, saya temukan ada yang membimbing anaknya mengenal pulau-pulau di Indonesia menggunakan media ini. Seru, anaknya jadi lebih mudah ingat.

Seru dan mendidik  kan yaa, bermain dengan playdough...


Untuk membuat play dough sendiri di rumah, bahan dan caranya mudah sekali.
Bahan:
1 gelas  tepung terigu
1/2  gelas air
1 sdm minyak sayur
pemawarna makanan
1 gelas garam (untuk pengawet)

Cara membuatnya:
1. Campur air, garam, minyak, dan pewarna
2. Masukkan tepung terigu, lalu uleni sampai merata.
3. Supaya adonan wangi dengan disenangi anak-anak, bisa tambhkan esens atau aroma makanan
4. Uleni terus sampai adonan kalis.
5. Siap digunakan.

Happy Playing with dough !!

22 Mei 2014

Penerapan EFT / SEFT untuk Keterlambatan Bicara

Saya sedang memberdayakan keterampilan SEFT/EFT yang pernah saya pelajari.

Tadi malam, saya coba untuk mentapping masalah speech delay Hanan. Saya tapping diri sendiri dulu. Ya, saya akui ada rasa stress, frustrasi, dan ketakutan yang menghantui karena masalah keterlambatan bicara yang dialami Hanan. Saya mencoba belajar dari video. Di you tube, ada banyak yang bisa saya contoh dan aplikasikan. Salah satunya, video di bawah ini, yang kalimatnya sudah mewakili apa yang saya rasakan. Ketika melakukannya untuk putaran pertama hingga ketiga, saya sampai menangis, karena apa yang disampaikan Elisabeth dalam kalimat tappingnya adalah hal yang memang saya rasakan, dan tidak sulit untuk segera masuk (tune in) dalam emosi yang disebutkan oleh Mrs. Pasquale ini.  Saya melakukan tapping ini sebanyak 4-5 putaran. Sampai saya merasakan tidak ada lagi rasa stress, frustrasi, dan perasaan terbebani dengan masalah speech delay Hanan. Ketika perasaan itu sudah ternetralisir, berarti satu masalah in syaa Allah sudah terselesaikan.  



Lalu, yang perlu dilakukan adalah mentapping Hanan untuk masalah speech delaynya. Elizabeth mengatakan, ibu bisa menempatkan diri sebagai anak yang bermasalah itu. Misalnya saya, seolah menjadi Hanan, dan saya mentapping diri sendiri seolah Hanan yang mentapping dirinya sendiri, dengan mengeluarkan semua yang mungkin dirasakan Hanan dalam hidupnya. Kita tentu sebagai ibu, bisa merasakannya.

Seperti ini contohnya:


Di video tersebut, Elisabeth seolah menjadi ibu, yang memiliki anak dengan keterlambatan perkembangan. Dan ibu tersebut memposisikan dirinya sebagai anaknya, masuk ke dalam emosi yang dirasakan anak selama hidupnya dengan masalah keterlambatannnya.
EFT ini, dilakukan beberapa putaran.

Saya mencoba menerapkan EFT seperti di atas untuk 1 putaran. Lalu saya mencoba browsing lagi di google dengan kata kunci EFT for kids with speech delay, dan menemukan link ke theamt.com. Ada salah satu contoh menarik yang bisa saya ikuti. Seorang ibu mentapping anaknya yang terlambat bicara secara rutin 2 kali sehari ketika anaknya tidur. Kalimat tappingnya kurang lebih diartikan seperti ini:
" Walaupun Karan (nama si anak) belum bicara dengan baik dan lancar, mulai sekarang Karan memilih untuk bicara dengan baik dan lancar"

Tadi malam saya mencoba melakukannya ke Hanan, dan pagi ini dia terlihat lebih cerewet dari kemarin. :D. Wallahu a'lam. Sekarang Hanan sedang tidur, saya sudah mentappingnya lagi tadi, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan bagi Hanan untuk bisa mengembangkan keterampilan bicaranya....

17 Apr 2014

Obat TB Gratis, Jadi Jangan Ragu Berobat

http://sehatnegeriku.com/berobat-gratis-pasien-tb-bisa-sembuh-asal-patuh/
Belum lama ini, saya membawa Si Sulung, Zhafi, ke IGD di sebuah RS pemerintah di Jakarta, karena sesak nafas akibat serangan asma. Di ruangan rawat IGD yang penuh, Zhafi diinhalasi. Proses inhalasi hanya 10 menit, tapi administrasi yang memakan waktu beberapa jam cukup membuat saya memperhatikan satu persatu pasien lain yang dirawat sementara di ruangan IGD itu. Karena ranjang IGD penuh, Zhafi ditempatkan satu ranjang dengan anak laki-laki yang tampaknya juga tinggal menunggu obat dan proses administrasi saja. Saya sempat ngobrol dengan ibu dari anak laki-laki itu.

Di sebelah ranjang tempat Zhafi duduk, terbaring lemah seorang anak perempuan yang bertubuh kurus sedang tertidur. Di sebelahnya, perempuan yang sudah lanjut usia tampak duduk menemani. Seorang dokter anak yang masih muda menghampiri perempuan itu, menanyakan berapa kali buang air kecil dan berapa banyak air kencingnya, perempuan tua itu menjawab sekedarnya. Tadi berapa ya, lupa, jawab ibu paruh baya itu. Dokter tanya, apa tidak dicatat. Perempuan itu menjawab, saya ngga bisa baca tulis. Untuk sesaat, Pak Dokter pun tidak bertanya lebih jauh.

Dari obrolan saya dengan ibu dari anak laki-laki tadi, saya jadi tahu cerita tentang balita perempuan malang itu dan perempuan tua yang ternyata neneknya. Kisah keluarga ini cukup memilukan hati.

Anak perempuan ini ternyata yatim piatu. Ibunya meninggal karena penyakit tuberkulosis. Tidak berapa lama, ayahnya pun meninggal karena penyakit yang sama. Bisa ditebak anak perempuan itu sakit apa? Ya, otomatis penyakit TB pun menginfeksi tubuhnya. Keluarga ini tidak segera berobat mungkin karena kondisi ekonominya yang sangat miskin dan kurang akses informasi tentu saja. Mereka tinggal di kolong jembatan. Sekarang hanya ada nenek yang buta aksara yang jadi gantungan hidup si anak. Miris.

Mungkin kalau keluarga ini tahu bahwa berobat TB itu bisa gratis, kesehatan dan hidup keluarga ini akan terselamatkan.

Pengobatan TB Gratis

Obat anti tuberkulosis atau OAT yang diberikan berupa kombinasi 3 dari 5 macam obat (INH, rifampisin, pirazinamid, etambutol, dan streptomisin) sesuai rekomendasi dokter. Obat ini harus dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu sedikitnya 6 bulan untuk bisa menyembuhkan TB sampai tuntas-tas. Kalau tidak didukung dengan pengobatan yang gratis, mungkin akan lebih banyak lagi pasien dengan TB yang tidak melanjutkan pengobatan karena alasan biaya. Padahal, resiko putus berobat itu besar.

Penyakit TB yang tidak diobati sampai tuntas akan membuat bakteri penyebab penyakit ini jadi kebal atau resisten pada obat TB untuk kasus biasa. Muncullah masalah baru nantinya, bertambahnya penderita TB MDR. Pengobatan TB MDR (atau TB multi drug resistant) harus menggunakan obat yang lebih “keras”, lebih mahal, dan dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama, yaitu 18 bulan.

Karena itu, perhatian pemerintah dan praktisi kesehatan sangat besar untuk mendukung berhasilnya pengobatan gratis ini. Pengobatan gratis bisa didapatkan melalui Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah, dan beberapa Rumah Sakit serta dokter praktek swasta yang sudah bekerja sama untuk penanggulangan penyakit TB. Kalau berobat di RS swasta atau dokter swasta, perlu ditanyakan dulu sebelumnya apakah bisa mendapatkan pengobatan gratis di sana.  

Butuh Kedisiplinan Pasien

Nah, kalau obat sudah digratiskan, tergantung pada ketekunan dan kedisiplinan pasien TB untuk rutin kontrol dan menebus obatnya. Di setiap fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, diterapkan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse) atau strategi pendampingan minum obat. Ada pengawas dari puskesmas yang membantu mengawasi dan mengingatkan pasien untuk terus minum obat sampai tuntas.  

Partisipasi kita juga dibutuhkan lho. Setidaknya, kita tidak ragu membantu mengingatkan orang-orang di lingkungan sekitar yang punya gejala TB untuk segera berobat sampai tuntas. Semoga dengan cara ini, kita bisa buat negeri tercinta ini lebih sehat masyarakatnya dan lebih dekat dengan mimpi besar bersama, Indonesia bebas dari TB. :)

 Tulisan ini diikutsertakan dalam:
http://blog.tbindonesia.or.id/?p=199

Sarapan Pagi dengan Buah

Sumber gambar dari sini

"Pagi-pagi jangan makan buah, nanti diare lho"
Ups, bener ngga sih begitu. Setidaknya peringatan itulah yang sering saya dengar jaman saya kecil dulu. Pagi itu, ya makan nasi dulu, baru makan buah. 

Lalu, saat sedang mencari penyembuhan penyakit secara alami, saya mendapatkan referensi tentang sebuah pola makan yang cukup dikenal sekarang ini, yang disebut food combining. Pola makan ini dikatakan sebagai pola makan yang alami dan menyehatkan. Karena dengan menerapkan pola makan ini, berat badan ideal bisa tercapai dan badan menjadi lebih sehat dan seimbang. 

Ternyata, salah satu prinsip dalam pola makan itu, adalah sarapan buah. Iya, mulai bangun tidur sampai tengah hari, usahakan tidak ada makanan lain selain buah. Karena ternyata di pagi hari itu, siklus pencernaan berfokus pada proses pembuangan zat-zat sisa makanan. Pembuangan zat sisa ini ternyata butuh energi. Kalau di waktu-waktu tersebut, perut kita dijejali dengan makanan padat seperti nasi atau daging, proses pembuangan tidak maksimal, karena energi yang seharusnya diganakan untuk pembuangan, terpakai untuk mencerna makanan padat tersebut. Itu makanya, dianjurkan hanya sarapan buah saja. 

Apa benar lantas jadi diare. Hmm.. sebetulnya bukan diare, tetapi proses pembuangannya maksimal. Pengalaman saya sih, menerapkan pola makan ini (walau tidak setiap hari juga), pagi-pagi proses pembuangan lancar, ngga pakai sembelit, bisa sampai 2 kali. Normalkah? Normal lho, karena memang sebaiknya BAB itu sehari 1-2 kali. Jadi tidak perlu khawatir diare. 

Tapi... saya masih sering nakal juga sih. Kadang kalau di meja ada cemilan kue basah, dilahap juga, hehe. Kalaupun ingin makan makanan lain, setelah makan buah, saya beri jeda dulu 30 menit, menunggu sampai buah tercerna tuntas. Setidaknya bagi saya, dengan sarapan buah di pagi hari, porsi buah saya paling sedikit 3 porsi. Kalau ditambah dengan makan siang dan malam dengan sayur, setidaknya kebutuhan untuk buah dan sayur sudah genap 5 porsi.

Itu pengalaman sarapan pagi saya. Bagaimana dengan sarapan pagimu, teman? :)

16 Apr 2014

Antara Empati dan Etika Meminta

Status Path dari seorang ABG bernama Dinda masih berseliweran sampai hari ini. 

Gambar dari beforeitsnews.com
Yang saya pikirkan dan saya rasakan pada saat pertama hingga beberapa kali melihat status itu adalah prihatin dan miris. Muncul pemikiran yang cenderung menghakimi, kenapa Dinda yang juga perempuan sama sekali ngga punya rasa empati? Apa dia ngga menyadari suatu saat dia akan ada di posisi yang sama. Dan kondisi hamil itu berbeda ketika sedang tidak hamil. Ada yang lemas, mual, walau ada juga yang ngga merasakan keluhan berarti. Dan kenapa harus dengan kata-kata keras seperti itu untuk mengungkapkan ketidaksukaannya pada ibu hamil yang meminta tempat duduk padanya?

Lama kelamaan, status di wall saya tampak sarat dengan hujatan dan makian kepada para abg ini. Saya termasuk juga yang mengira bahwa Dinda ini manusia bodoh yang ngga punya rasa empati. Lalu, semakin lama saya jadi mempertanyakan diri sendiri, apa dengan memaki membuat saya jadi lebih baik kedudukannya dari pada dia? Apakah saya benar-benar sudah berempati pada orang lain di setiap kesempatan. Kalau saya memberikan tempat duduk ke penumpang prioritas in syaa Allah bisa dan akan terus begitu, selama saya juga lagi ngga repot gendong-gendong si kecil. Tapi apa di situasi lain, di konteks lain rasa empati saya juga tetap akan ada? Saya belum tahu. Karena, bersikap empati bukan hanya sekedar itu saja, tapi banyak. Itulah yang bikin saya malu untuk terus ikut menyalahkan Dinda. Ya, saya harus berkaca dulu sebelum menilai orang lain. 

Lalu saya membaca postingan blog dari seorang teman FB. Di blog beliau, saya jadi tahu bahwa. ternyata ada fakta beberapa ibu hamil bersikap tidak simpatik. Maklum saya juga bukan everyday commuter hehe. Jika memang ingin meminta hak tempat duduk prioritas, tentunya perlu ada etika dan sopan santun ya, (selain juga sebaiknya harus ada rasa empati dari orang lain untuk memberikan hak pada yang memilikinya sebelum diminta). Tapi akan lain ceritanya, kalau ibu hamil memintanya dengan nada yang keras, atau tidak sopan. Siapapun pasti akan merasa tersinggung. Dan ternyata beliau ini, tidak hanya sekali dua kali menjadi saksi adanya ibu-ibu hamil yang kurang simpatik tersebut. 

Saya tidak melihat beliau sebagai orang yang menyetujui sikap Dinda seratus persen, karena cara mengungkapkannya yang tanpa filter emosi. Saya melihat beliau hanya ingin menjelaskan kemungkinan alasan kenapa Dinda sampai memposting status tersebut di FB. Sekedar catatan, beliau juga sudah pernah mengalami menjadi bumil dalam commuter.

Walaupun juga, mungkin di sisi lain, sikap ibu hamil yang tidak simpatik itu bisa saja akumulasi dari kekesalan bumil ybs karena saking seringnya mereka tidak mendapatkan haknya di kendaraan umum karena orang-orang yang tidak berempati dengan kehamilannya.
Apapun mungkin.

Jadi apa yang hilang di masyarakat kita dari kasus ini? 
Yang pertama pastilah rasa empati  yang merosot. Yang kedua, budaya sopan santun dalam meminta, saling pengertian. Satu hal lain, tulisan ini saya buat untuk mengingatkan diri sendiri untuk ngga keburu menilai sikap orang lain secara negatif. Melihat lebih dalam. Sulit, apa lagi kalau dipancing dengan kalimat yang provokatif seperti status itu hehe, tapi belajarlah dulu ya, nduk *tepukpundaksendiri.

Bagi yang punya hak, tetap meminta dengan cara yang santun tidak dengan nada menuntut. Tapi bagi yang memang masih sehat, tidak kurang suatu apapun, sangat perlu berempati pada orang lain. Saling pengertian, itu sepertinya kuncinya. Tapi kalau udah dengan sukarela memberi tempat duduk bagi kaum prioritas tapi ngga mendapat ucapan terima kasih atau senyuman, ya biarkan saja. Pada akhirnya ini semua hanya antara diri sendiri dan Tuhan. Seperti sajak Mother Theresa "Do It Anyway"

People are often unreasonable, irrational, and self-centered.  Forgive them anyway.
If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives.  Be kind anyway.

If you are successful, you will win some unfaithful friends and some genuine enemies.  Succeed anyway.
If you are honest and sincere people may deceive you.  Be honest and sincere anyway.
What you spend years creating, others could destroy overnight.  Create anyway.
If you find serenity and happiness, some may be jealous.  Be happy anyway.
The good you do today, will often be forgotten.  Do good anyway.
Give the best you have, and it will never be enough.  Give your best anyway.
In the final analysis, it is between you and God.  It was never between you and them anyway.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Orang sering keterlaluan,  tidak logis,
dan hanya mementingkan diri;

bagaimanapun, maafkanlan mereka.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu,
dan beberapa sahabat sejati;
bagaimanapun, jadilah sukses.

Bila engkau jujur dan terbuka,
mungkin saja orang lain akan menipumu;
bagaimanapun jujur dan terbukalah.


Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun
mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
bagaimanapun bangunlah.


Kebaikan yang engkau lakukan hari ini
Mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
Bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.
 
Engkau lihat,
akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu;
Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.



What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".