13 Okt 2014

Inspirasi dari Organic, Green, Healthy Expo

Sejak ada info tentang event Organic, Green, and Health Expo di Bentara Budaya Jakarta, saya udah ngga sabar ingin segera hari Sabtu tiba. Event ini berlangsung tanggal 2-4 Oktober. Tapi kesempatan saya untuk bisa datang hanya hari Sabtu sambil mengajak anak-anak. Kenapa saya tertariiik banget untuk datang, karena saya ingin menambah informasi lebih banyak seputar hidup sehat, dan produk-produk yang mendukung hidup sehat. Tentang apa sih OGH Expo ini bisa dilihat di situsnya di sini.

Saya berharap dapat informasi tentang produk makanan (bukan suplemen) yang berbahan baku organik dan lebih ramah di pencernaan. Setelah tahu tentang bahaya gluten dalam tepung terigu, saya jadi lebih membatasi membeli jajanan atau kue-kue yang berbahan dasar terigu. Pokoknya, sebisa mungkin deh, menghindari panganan atau cemilan yang menggunakan terigu.

Buat saya sih mudah saja. Tapi untuk anak-anak, beda cerita karena jadi tantangan tersendiri buat saya. Walaupun mereka senang kalau saya menyediakan kudapan sore seperti ubi rebus/goreng, jagung rebus, bubur kacang hijau, tetapi kadang mereka juga minta variasi cemilan atau makanan lain supaya tidak bosan. Nah… di expo ini saya berharap bisa menggali informasi lebih banyak tentang contoh-contoh produk makanan dan bahan makanan yang lebih ramah untuk pencernaan.

Kukis coklat tepung beras
Seperti kue kering (kuker) ini. Siapa yang menyangka kalau kuker berwarna coklat itu terbuat dari tepung beras yang diolah sedemikan rupa bersama bahan-bahan lainnya. Rasanyaaa… enaaak banget. Seperti kuker coklat tapi tanpa terigu, tanpa produk susu, dan tanpa telur! Cocok banget untuk orang yang alergi dengan bahan-bahan makanan tersebut.

Mocaf dan susu almond
Penggunaan tepung mocaf untuk menggantikan terigu sebagai bahan dasar cookies dan cake juga sudah mulai banyak dilakukan. Apa itu tepung mocaf? Hmmm enaknya dibikinin postingan tersendiri juga deh, hehe). Alhmamdulillah bisa dapat juga walau tersisa 1 bungkus saja.

Di sini saya jadi tahu bahwa sudah semakin banyak restoran yang mengusung konsep sehat dan organic. Menunya berupa salad sayuran, burger yang memakai tepung gandum utuh serta daging dan saus olahan sendiri (home made), karedok, green smoothies, dan beberapa menu unik lainnya.

Selain produk makanan dan minuman, OGH Expo, juga jadi ajang pameran untuk produk-produk lainnya yang bertema organic, green, dan healthy. Terdapat sabun non detergent, kreasi daur ulang, juga perlengkapan bertanam sayur sendiri, seperti pupuk organic dan media tanam hidroponik.

Untuk memperkaya wawasan, di Expo ini terdapat panggung (stage) tempat berlangsungnya berbagai talkshow yang membahas tentang pola hidup, pola makan, dan pola pikir yang seimbang jasmani dan rohani.

Alhamdulillah, dapat banyak inspirasi dari Expo ini tentang hidup sehat – seimbang. Malah sepertinya saya jadi ada ide untuk memulai usaha yang sekaligus mengedukasi untuk hidup sehat. Mohon doa saja yaa :).

Hasil belanja di OGH Expo
Oh ya, di bawah ini ada beberapa stand yang saya beli produknya dan stand yang saya kunjungi sekedar ingin tahu dan minta kartu nama hehe…
Brand
Produk
Info
Testimoni
Burgreens
Restoran berkonsep healthy & organic.
burgreens.wordpress.com

Burgernya enaakk,
rasanya unik! Dressingnya home made. Nyammm !
Organicrush
Susu Almond
FB: organicrushid
Hampir seperti susu kedelai, Cuma lebih terasa gurih. 
Moloka
Produk berbahan susu kambing (yoghurt, sabun).
about.me/molokafarm
Suka sabunnya, bikin kulit wajah terasa kenyal.
Kainara
Aneka makanan tanpa gluten (tepung terigu).
kainara.com
Beli tepung mocaf, belum sempat diolah tapi.
Sanderm
MInuman detox dari beras hitam.
berashitam.com

Hmm… rasanya seger.
Buruan Mandi
Eco soap, sabun ramah lingkungan.
geraigreenshop.blogspot.com

Wanginya macam-macam, kesat di kulit, tapi ngga bikin kulit kering.
Beyond Treats
Roti dan kue-kue kering.
beyondtreats.com

Enakkk!
Mc Hanners Ice Cream
Es krim berbahan alami dan home made.
mchanners.com
Enakkk!

Chi-farm
Pupuk organic cair
chi-farm.com
Gwen’s Healthy Kitchen
Susu Almond
gwenshealthykitchen.blogspot.com
Greenroot
Jus buah sayur dengan pemrosesan tanpa panas dan pengawet.
geenroot.co.id

Numi Center
Hipnoterapi
numicenter.com
Indonesia Shea Butter
Shea Butter
FB: Indonesia Shea Butter
Gglato
Es krim gelato
FB: gglato
Vico Bagoes
Virgin coconut oil
vicobagoes.com

Selada hidroponik

4 Okt 2014

Liburan Pintar di Rumah Pintar



Ini logonya Rumah Pintar BSD City.
Hari Jumat kemarin, Zhafi libur. Sekolahnya diliburkan untuk menghormati hari Arafah. Nah… ibunya niiih harus cari cara menghabiskan waktu libur biar anak-anak gak bosen di rumah aja dan ngga ngelirik-lirik gadget.  

Begitu dapat informasi libur, saya langsung tanya sana sini, kemana enaknya ngabisin liburan. Ada teman ngusulin ke Rumah Pintar di BSD City. Ada juga yang nyaranin ke Kuntum Nurseries di Bogor. Mengingat BSD lebih mudah dijangkau, maka jadilah si Ibu ngajak anak-anak ke Rumah Pintar. Kuntum Nurseries sudah dilist untuk jadi tujuan perjalan di liburan berikutnya... :)

Karena rencana ngebolang sama Zhafi dan Hanan ini tidak didukung oleh ketersediaan kendaraan dan supirnya :P..., jadilah kami bertiga naik kendaraan umum andalan. Angkot. Setelah mempelajari medan di Google Maps dibantu petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden…. eh… bapaknya anak-anak, taulah kita mau naik angkot apa.

Lokasi Rumah Pintar
Ternyata …. Mudaaah banget, mencapai lokasi itu dari dari rumah kami di daerah Poris. Cukup naik angkot 2 kali, langsung berhenti tepat di depan lokasi. Tanya arah ke supir angkot juga gampang karena lokasinya strategis. Cukup Tanya, Kolam Renang dan Taman Jajan di BSD City di mana yaa…., pasti udah tau.

Perjalanan naik angkot ke sananya yang lumayan berasa panas dan gerah. Ditambah cara nyetir Pak Supir yang ugal-ugalan, makin lengkaplah rasanya. Gado-gado antara mual, kepanasan, dan sesak. Untung kayanya anak-anak ngga ada masalah… Huff…. Nah begitu sampai di lokasi, dan masuk ke dalam Rumah Pintar, fiuhh…. Rasanya mak nyess demi merasakan udara ber AC membelai kulit.

Jadi.. lokasi Rumah Pintar itu ada di bangunan yang terdapat di area Kolam Renang dan Taman Jajan. Menempati lantai 2, Rumah Pintar ini dibuat nyamaaan banget. Di dalam Rumah Pintar ini, bisa ditemui sentra-sentra seperti sentra permainan edukatif, sentra buku,  sentra kriya, sentra komputer, dan sentra audio visual yang menempati area cukup luas dengan panggung secukupnya di tengah-tengah semua sentra. Pada hari itu, kebetulan ada latihan menari untuk mempersiapkan perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Fasilitas, Pelatihan, dan Sentra Edukasi 
Anak-anak kemarin enjoy beneerr di sentra permainan edukatif. Macam-macam permainan seperti puzzle, balok, block, mainan dapur mini, bisa dimainkan di sana. Mereka berdua betah di dalam sana, sementara Si Ibu asyik ngobrol dengan seorang ibu yang juga menemani anaknya di situ.

Buku-buku di sentra buku juga lumayan menggoda untuk dibaca. Ada banyak pilihan buku, di antaranya buku cerita dan pendidikan untuk anak-anak, buku-buku keterampilan, budi daya tanaman, dan buku-buku sumbangan dari Ibu Ani Yudhoyono.

Tanya-tanya sama seorang ibu yang jadi staf Rumah Pintar, ternyata di sini pun aktif diselenggarakan pelatihan-pelatihan yang sasarannya untuk anak-anak dan ibu-ibu. Setelah mengisi formulir keanggotaan yang tanpa dipungut biaya apapun, anak-anak atau ibunya boleh memilih pelatihan yang ingin diikuti. Untuk anak-anak ada menari, melukis, komputer, dan bahasa Inggris (Fun English). Untuk ibu-ibu, pelatihannya lebih ke kreasi daur ulang dan sablon kaos.

Wahh… tertarik banget ikut pelatihan kreasi daur ulang. Sayang bukan di akhir pekan, jadi mungkin belum bisa ikutan saya. Karena lokasi lumayan jauh dan si Ibu ini masih jadi petugas tetap jemputan si Sulung.

Pelatihan-pelatihan itu ada jadwalnya masing-masing setiap  minggu. Dan setiap hari pasti selalu ada kelas pelatihan. Yang mengikuti biasanya anak-anak atau ibu-ibu yang memang tinggal tidak jauh dari Rumah Pintar. Tapi ketika akhir pekan (hari Sabtu), pengunjungnya juga berasal dari tempat-tempat yang lumayan jauh. Ada juga yang dari Bogor. Ngga heran kalau hari Sabtu pengunjungnya bisa sampai 100 – 200 orang. Woow…
 

Sst… sebenernya ada Wifinya juga loh, tapi tanya dulu passwordnya sama staffnya yaa.. 


Fun With Kids Without Gadget (I mean ... at all)
Lumayan lega juga bisa ngajak anak-anak kesini. Mengenal tempat baru. Dan walaupun jauh, ngangkotnya gampang. Jadi bawa anak-anak pun fun-fun aja. Malah pas perjalanan pulang, krucils pada tidur dengan nyenyaknya di angkot. *Untung angkotnya juga sepi.

Wah… seruuu bangetlah ngebolang bertiga ke Taman Pintar.  Sayang, karena saya ngga bawa kamera, dan hape saya ngga ada kameranya (kebayang jadulnya yaa), ngga bisa foto-foto deh. Yang tinggal di daerah Tangerang, mbok ayooo kalau liburan bosen ke mall, ke Rumah Pintar bisa jadi alternatif kan yaa :)

Sumber gambar: www.republika.co.id

12 Sep 2014

Camping Seru Bareng Anak-Anak



Bulan Desember tahun 2013 lalu, kami sekeluarga berkesempatan mengikuti kegiatan camping bersama komunitas camping Sekolah Alam Tangerang SAT. Komunitas yang kemunculannya bermula dari minat guru dan orangtua siswa SAT pada kegiatan camping di alam terbuka. Kegiatan rutin komunitas ini adalah setiap liburan semester mengadakan camping di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Jawa Barat. Ini adalah area perkemahan yang terletak di kaki Gunung Pangrango. Kegiatan ini sudah berlangsung rutin selama beberapa tahun, dan tahun ini adalah tahun pertama kami sekeluarga bergabung. Siapa saja yang berminat boleh ikut, bahkan kalau mengajak keluarga lain di luar keluarga Sekolah Alam Tangerang pun sangat dibolehkan.


Yang pasti, buat Zhafi dan Hanan, ini adalah kegiatan camping yang pertama kalinya. Pertama kalinya, kedua bocah itu bermalam di alam bebas. Pertama kalinya kedua bocah itu menikmati udara pegunungan dan AC alam yang super dingin di malam hari.  

Berangkat Jumat malam jam 10. Menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, tibalah kami di bumi perkemahan Mandalawangi hari Sabtu dini hari sekitar pukul 3 pagi. Suasana gelap tanpa penerangan (karena belum dipasangi lampu) begitu memasuki area perkemahan. Namun terdengar suara desisan yang ternyata adalah suara air sungai. Memang lahan perkemahan yang kami tempati itu dekat sekali dengan sungai berbatu yang airnya mengalir deras. Kami baru bisa menikmati keindahannya pagi harinya, ketika sudah terang.

Pagi hari tiba… mata disegarkan dengan pemandangan indahnya Gunung Pangrango yang disinari cahaya matahari pagi yang masih kemerahan (sayang lupa difoto). Plus pemandangan sungai tadi. Baru beberapa keluarga saja yang datang, yaitu kami, dan dua keluarga lain.
Agak siang, mulailah ramai berdatangan keluarga-keluarga lainnya.

Hal menarik yang dilakukan selama di sana adalah main air atau mandi di sungai berbatu yang airnya bening dan dingin. Itu kegiatan favorit anak-anak pastinya. Sehari, bisa berkali-kali anak-anak bikin basah bajunya sampai kehabisan baju karena main di sungai.

Bumi perkemahan ini memiliki beberapa area perkemahan. Ada blok Komodo, blok Danau, blok Kaliandra, dan beberapa area lainnya. Blok Komodo lokasinya berbukit-bukit dan tidak rata. Dinamakan Blok Komodo karena letaknya dekat dengan replika patung komodo. Blok Danau terletak di dekat danau Mandalawangi, dengan areanya yang datar, cocok untuk camping rame-rame, sehingga bisa mengadakan game-game seru bersama. Dan blok Kaliandra, yang areanya teduh karena ditumbuhi banyak pohon Kaliandra.

Menjelang makan siang, aku ikut membantu menyiapkan makanan seperti sup dan gorengan. Ternyata selama aku berkutat di dapur umum, ayahnya mengajak Zhafi dan Hanan jalan-jalan menjelajahi kawasan perkemahan, hingga ke air terjun. Sayangnya, karena aku tidak ikut, aku ngga bisa menggambarkan pemandangan air terjun di sana.

Malam hari, hawa dingin semakin terasa. Si sulung yang alergi dingin mulai bersin-bersin hingga mengeluarkan air mata. Sementara si bungsu, dengan mengenakan jaket, celana panjang, dan kaos kaki bisa segera tidur dengan nyenyaknya tanpat bangun sekalipun.

Keesokan harinya kami berempat penasaran melihat rumah yang katanya rumah pohon. Untuk mencapainya, kami harus menyusuri jalan setapak menembusi pepohonan. Memang rumah pohon itu ada di area hutan. Sampailah kami di rumah pohon, yang rupanya adalah beberapa bangunan seperti rumah dari kayu. Ada papan nama bertuliskan "Rumah Hutan Selaras" Sepertinya dulu rumah pohon ini direncanakan untuk semacam penginapan. Tapi kemungkinan tidak laku disewa karena letaknya yang terlalu jauh di dalam hutan. 
Salah satu bangunan rumah kayu di Rumah Hutan Selaras
Danau Mandalawangi

Di sini, terdapat juga Danau Mandalawangi. Di danau itu, kita bisa berperahu. Kami berempat mencoba pengalaman berperahu dayung. Ibu, Ayah, dan Mas Zhafi yang mendayung, sementara Hanan duduk manis menikmati pemandangan sekitar danau.
Mendayung perahu, latar belakangnya area perkemahan

Menjelang makan siang, kami mulai berkemas-kemas. Setelah makan siang, kami berpamitan dengan keluarga lain dan beranjak meninggalkan bumi perkemahan…  Pengalaman mengasyikkan dan seru buat kami dan anak-anak. We’ll be back next year, in syaa Allah.


Kue Tradisional Itu Bernama Bolu Kemojo


Bolunya ngga sempet difoto, jadi bole minjem di mari :)
Beberapa waktu lalu, tetangga mengirimi saya oleh-oleh berupa makanan khas Pekanbaru, Riau. Namanya Bolu Kemojo. Jadi nambah perbendaharaan kue tradisional nusantara, yaitu bolu kemojo. Gara-gara dikirimi kue ini, jadi terinspirasi membuat tulisan di sini. Kue bolu ini dikemas dalam kotak seukuran buku novel Ahmad Fuadi…. (he, he, cuma itu yang terlintas untuk menggambarkan ukuran kemasannya).

Ada yang sudah pernah coba, atau paling tidak sudah tahu bolu kemojo itu? Saya sendiri baru sekali itu mengetahui ada makanan asli Pekanbaru bernama bolu kemojo. Padahal, dulu waktu kecil sempat juga saya tinggal selama 2 tahun di sana. Yaa… sekitar tahun 1987-1989. Dulu makanan khas dari kota itu sepertinya tidak ada yang cukup booming. Mungkin juga karena waktu itu saya masih kecil ya, masih SD kelas 1, jadi belum eksis kemana-mana sayanya. :D #sekilasinpoh

Pekanbaru pada masa itu adalah kota kecil yang baru mulai berkembang. Belum ada plaza sama sekali. Hehe, iya, saya membandingkan dengan Jakarta, karena sebelum pindah ke Pekanbaru, saya tinggal di Jakarta selama 3 tahun yang mana di sana udah mulai bermunculan plaza-plaza. #masihsekilasinpoh

Hmm... kembali ke Bolu Kemojo. Jadi, ketika saya membuka kotak kemasan bolu Itu, saya mendapati kue yang lebih mirip kue bantat. Padat. Ternyata memang kue ini tdak  memakai bahan tambahan apapun seperti pengembang atau pelembut. Bahan-bahan kue ini hanya tepung terigu, santan, telur, margarine, gula, dan vanili.   

Tetapi walaupun seperti kue bantat, rasanya jangan ditanya. Enak, legit, yummy lah pokoknya….
Kue ini populer diperjualbelikan secara komersil mulai tahun 1998. Awalnya dibuat hanya untuk konsumsi keluarga, tapi lama kelamaan, kue ini menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru. Nama kemojo artinya kamboja, berasal dari bentuk kue ini yang umumnya berbentuk bunga kemboja. Ya… berarti kalau cetakan bolu ini pakai bentuk lain, silakan diganti saja namanya yaa…

Untuk resepnya, saya ngga tulis di sini, karena saya juga belum pernah bikin. Jadi, maaf ni… monggo googling saja ya :P.

What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".