15 Apr 2014

Asus Notebook Terbaik dan Favoritku


Dua tahun lalu, saya sibuk merintis sebuah bisnis online, sampai harus begadang untuk menjalankannya. Waktu itu, saya memakai netbook yang merupakan pemberian dari ibu tercinta. Ketika kemudian berjalan 1 tahun, lama kelamaan, netbook tersebut harus pensiun karena mendadak mati total.

Mulailah pencarian pengganti netbook malang yang harus dipaksa begadang tiap malam itu hehe. Suami lalu rajin browsing sana sini untuk menemukan laptop atau PC yang sesuai dengan kebutuhan kami pada waktu itu. Sebuah laptop yang fungsional dan mampu mengakomodasi kebutuhan kami dengan kapasitas yang besar untuk penyimpanan file-file kantor, file-file curhat :D, dan sekedar menyimpan foto dan video tentang anak-anak dan keluarga yang akan menjadi kenang-kenganan kelak. 

Dan Kami Pun Memilih Asus

Seorang teman kantor suami ketika itu, baru saja membeli Asus yang memiliki fitur layar sentuh. Suami melihat performa dari laptop Asus seri itu terlihat mumpuni, dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Itulah kenapa suami pun mempersempit pencarian laptop khusus pada brand Asus ini. Dan menemukan kecocokan ketika melihat Asus seri X201E, sebagai pilihan notebook terbaik bagi kami.

Tampilan anggun

ramping dan ringan




Asus model X201E ini punya body yang lumayan ramping, dan ringan dibawa. Dari empat pilihan warna yang ada, suami memilih warna putih. Dan warna putih ini juga yang kami pilih ketika membeli Asus MemoPad setahun kemudian.

Sejak saat itu, kami sekeluarga tak terpisahkan dengan notebook andalan ini. Kemanapun membawa laptop ini tidak terasa berat.

Sudah genap 1 tahun 3 bulan hari-hari saya tidak lepas dari laptop kesayangan. Asus ini bandel nian menemani saya begadang, menemani saya curhat di blog, menemani chatting. Sekarang, walaupun saya tidak menjalankan bisnis itu lagi, tapi kegiatan dan hobi baru saya ngeblog membuat notebook asus saya ini tetap harus menyala hingga tengah malam.  Tenaga Batere yang memiliki durasi 3 – 4 jam memudahkan saya untuk fokus membuat tulisan ketika ngeblog tanpa terganggu. 

Suatu siang, Asus ini bisa jadi pusat perhatian saya dan krucils. Ketika saya sedang heboh ngeblog, di saat yang bersamaan si kecil bisa nonton video favoritnya tentang kereta api. Si ibu asyik ngetik, si kecil asyik nonton. Kualitas audio yang jernih dan bening membuat betah menonton video atau mendengarkan musik favorit.

Ada kalanya saya harus meninggalkan notebook ketika harus melerai anak yang berebut mainan, atau mendadak memasak untuk makan siang. Notebook Asus akan otomatis berada dalam kondisi sleep atau hibernasi sehingga menghemat tenaga baterai. Dan ketika saya kembali menyalakan notebook, saya cukup menekan kembali tombol power dan dalam 2 detik layar sudah menampilkan pekerjaan terakhir saya tadi. Dan saya pun bisa langsung melanjutkan aktivitas menulis atau apapun itu tanpa harus menunggu proses booting lagi. Hmmm senangnya.

Yang pasti, kehadiran notebook Asus X201E ini benar-benar menjadi media yang multifungsi buat keluarga kami. Bekerja, bermain, belajar, dan hiburan dalam satu paket.
http://www.asus.com/id/Static_WebPage/ASUS_Blog_Contest/

14 Apr 2014

My Most Unforgettable Journey: Perjalanan Impian Ke Padang

Tulisan ini saya kasih judul Perjalanan Impian Ke Padang. Kenapa ya?

Dulu waktu mahasiswa, lagi masa-masa seru-seruan ikut kegiatan ini itu. Ikut lomba karya ilmiah ini itu. Terhitung pernah mencoba mengajukan proposal untuk ikut serta lomba karya tulis ilmiah 2 kali dengan 2 kelompok yang berbeda. Terakhir, bersama teman-teman BKM (sebutan untuk kegiatan ekstrakurikuler di kampus), saya mengajukan proposal untuk ikut lombat program kreatif mahasiswa.  Kalau di 2 proposal sebelumnya belum (tidak) diterima, alhamdulillah yang ketiga ini diterima dengan sukses setelah menunggu setahun. 

Singkat cerita, kami merancang program pelatihan untuk anak-anak di daerah sub urban. Perancangan, pelaksanaan, sampai dengan penulisan laporan memakan waktu kurang dari setahun. Selama masa itu, saya ingat seorang teman yang seingat saya paling sering meyakinkan dan menebarkan optimisme kalau kami akan menang, namanya Resti. Tapi memang kami semua saling menularkan semangat dan optimisme, kalau program ini bakal lolos final dan kami bisa pergi ke Padang untuk mengikuti finalnya. Yeah... 

Setahun berlalu, dan kami sudah pasrah. Hehehe... Soalnya, dari 8 orang anggota kelompok kami, yang belum lulus tinggal dua orang, saya dan Ratna (teman seperjuangan di segala cuaca hihi). Yang lain sudah pada lulus dan bekerja pula. Di saat saya dan Ratna sedang kongkow berdua di kampus di sela-sela penyusunan skripsi kami, datanglah kabar gembira itu. Program kami diterima, dan masuk final. Yeahh...

Singkat cerita, setelah melalui berbagai proses  untuk bisa berangkat ke Padang, yang prosesnya juga cukup bikin deg-degan, karena diawal kemungkinan ngga semua orang di kelompok kami yang bisa berangkat karena masalah pembiayaan dan juga kendala dari beberapa teman yang sudah bekerja dan kuliah lagi (eh ini bacanya ngos-ngosan ya... hihihi), akhirnya kami toh bisa berangkat juga. Kami berangkat dengan 7 orang pasukan, karena salah satu teman ngga bisa meninggalkan pekerjaannya.

Nah... inilah perjalananya yang ngga terlupakan. Kami berangkat dengan maskapai penerbangan murah meriah (yang sekarang udah dinyatakan bankrut ituu), bersama ratusan peserta dari kampus kami tercinta. Kami berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, transit di Bandara Soetta, Jakarta. Proses transit ituuu lumayan deg-degan. Sejak tiba di bandara kami punya waktu sekitar 6 - 8 jam (saya lupa tepatnya, udah lama bingits), dan kami seperti kebingungan menghabiskan waktu selama itu di Bandara. Akhirnya timbul ide gila. Kami memutuskan akan ke rumah saya yang jarak tempuhnya lewat sebetulnya hanya sekitar 1 - 1,5 jam. Jadi, kalau bolak-balik bandara - rumah saya menghabiskan waktu 2 - 4 jam. Hmm... kami ngga tahu kalau keputusan itu adalah keputusan yang 'salah' hihihi....

Perjalanan Bandara - rumah saya relatif lancar jaya. Sampai rumah, ngga banyak yang kami lakukan, selain sholat, makan, dan ngobrol sebentar ditemani ibu saya. Lalu ibu menyarakan kami segera berangkat, dan lebih baik menghabiskan sisa waktu di bandara. Karena ada kemungkinan macet. Iya... macet. Dan itulah yang terjadi. 

Macetnyaaa ngga kira-kira oiy. waktu sudah tinggal sekitar sejam lagi, dan kami terjebak macet di jalan tol yang kalau pun jalan cuma semeter-semeter dan jeda berhentinya pun lamaa. Awalnya kami masih bisa saling bercanda, dan mengeluh tentang macetnya. Tapi.. jam terus berdetak, semakin dekat dengan jadwal keberangkatan pesawat kami ke Padang. Suasana di mobil mulai hening, yang terdengar tinggal hela nafas khawatir masing-masing. Suasana di mobil makin mencekam setiap kali kami sadar waktunya semakin mepet. Kami sudah mulai berpikir buruk (atau mungkin hanya saya ya,) kalau kami bakalan batal ke Padang... Lagi-lagi pasrah, walau masih tetap berharap. Yang jelas, udara di dalam mobil yang berAC itu udah semakin pengap aja. Hihiii... entah karena ketegangan kami, atau karena penghuni di dalam mobil kebanyakan (ada 9 orang dalam mobil, termasuk ibu dan kakak yang menyetir). 


Entah keajaiban dari mana, kami tiba di ujung kemacetan. Dan kakak saya segera memacu mobilnya. Kami tiba di Bandara sudah melewati batas waktu check-in yang ditentukan, tapi keajaiban masih kami dapatkan karena kami masih bisa melewati proses check in dan mendapatkan boarding pass. Kami langsung berlarian menuju ruang tunggu dan pintu boarding, lalu berlarian menuju tangga pesawat, dan ketika kami sampai di pesawat, semua peserta sudah duduk dengan manisnya di tempat duduk masing-masing. 

Fuiiihhh... alhamdulillahhh.... 

Ternyata, kami bukan yang terakhir, masih ada kelompok lain yang belum naik. Walah-walah.... jadi pingin ketawa sendiri mengingat betapa tegangnya kami di dalam mobil tadi. 

Dan kami pun tiba di Padang, sudah malam. Setelah menghadiri acara pembukaan dan makan malam, kami diantar ke wisma tempat kami menginap. Ternyata, masih ada hal tak terduga yang muncul. Kelompok kami nyaris ngga dapat kamar untuk bermalam. Tapi untunglah masalah itu terselesaikan.

Acara final berlangsung di Universitas Andalas 3 hari. Wuih ternyata Unand itu yaa.. luasss banget. Dan bangunan kampusnya nyaris seragam, dan banyak hamparan rumput hijau di lahan yang berbukit-bukit landai. Rangkaian acara final diawali dengan pembukaan yang menyuguhkan acara tari-tarian daerah Sumatera Barat dan juga tarian dari daerah lain. Dan acara intinya adalah presentasi-presentasi program dari semua peserta. Dan kebetulan kami mendapat giliran untuk presentasi di hari terakhir.
Kampus Unand
Suguhan tari tradisional


Di hari terakhir, di malam penutupan, kami begitu yakin, kalau kami pasti mendapat juara, walaupun tetap menaruh hormat pada beberapa kelompok lain yang kami anggap sangat potensial jadi pemenang. Malam penutupan cukup menghibur. Tapi saya, ngga perhatian dengan hiburan yang disajikan, saya benar-benar ngga sabar menunggu pengumuman juaranya. Dan... tibalah saat diumumkan, juara 3, nama kami tidak di sebut, juara 2, belum juga disebut, dan juara 1.... Kami ... tidak disebut juga. Hihihi.... Kecewa? Tunggu... masih ada harapan untuk pemenang lomba poster ilmiah. Saya yakin poster ciamik karya Dila, bakal dapat juara. Tapi memang... kami belum ditakdirkan untuk juara di lomba ini.

Saat itu, saya merasa cukup kecewa, sepertinya beberapa teman lain juga sama. Walau saling memasang muka tabah. Heheh.

Jadi, perjalanan pra dan selama ke Padang ini memang ngga akan terlupakan. Ditambah lagi kami dapat kesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata dan penjualan oleh-oleh di hari terakhir.

Kalau disuruh ngulang lagi perjalanan ini, saya sih mau banget. Tapi soal kena macet menuju Bandara mah diskip aja, jangan kejadian 2 kali. Hihihi....


Arsik Ikan Mas Perdanaku

Punya tetangga dari suku Batak, dan pintar masak. Dan baik hati. Kenapa?

Hari ini istimewa banget, pertama kalinya kesampaian untuk mencoba resep arsik ikan mas yang udah sejak lama pengen banget coba bikin. Arsik ini, makanan khas Batak, enak tanpa harus pakai minyak dan santan, tapi rasanya...hmmm ngga kalah sama gulai. Mas Zhafi sampai merasa perlu nambah 1 porsi lagi. Hmmm... Itu alasan kenapa saya pingin banget bikin arsik ini. Terlebih lagi, pernah ada teman yang pasang status kalau dia baru aja masak arsik. Hihihi... Jadi deh... tambah ngiler. Cuma memang, utuk bikin arsik perlu banget ada bumbu khusus, khas arsik, yang susah ditemui di sambarang pasar. Namanya andaliman. Bumbu ini, yang saya tahu dijual di pasar besar, seperti Pasar Senen kalau di Jakarta.

Nah, kebetulan, suka ngobrol sama tetangga depan rumah, kami memanggilnya Opung Rani (membahasakan si Hanan). Opung Rani kebetulan hari ini ke pasar beli ikan mas, mau masak arsik. Ya... langsung aja deh ya saya todong minta diajarin. Hihihi.... Dan Opung berbaik hati datang ke rumah untuk memandu saya bikin arsik ini.

Dan inilah arsik ikan mas versi Opung Rani.

Bumbunya apa aja?
Bumbu halus (harus haluss banget, karena kalau nggak, akan terasa pahit-pahitnya kata Opung):
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 cabe merah (untuk yang ngga suka pedas, kalau suka pedas, bisa tambahin lagi cabenya)
1,5 jari kunyit
6 butir kemiri
andaliman 


Cabik-cabik 4 lbr daun salam plus 2-3 daun jeruk

Bumbu yang digeprek:

4 batang serai digeprek
lengkuas 2 jari digeprek

garam
air jeruk nipis

Bahan utamanya 500 gr ikan mas

Cara bikinnya:
Haluskan semua bumbu halus. 
Jerang 1,5 liter air, setelah mendidih ikan mas dimasukkan. Lalu beri air perasan jeruk nipis dan garam. Selang beberapa menit, masukin bumbu halus. Masukin juga salam, lengkuas, serai dan daun jeruk. Masak dengan api besar sambil aduk-aduk bumbunya (ikannya jangan ikut keaduk), sampai airnya sedikit asat (berkurang).

Nah... kalau airnya udah tinggal sedikit, udah mulai bisa dinikmati, menemani nasi panas. Hmmm...


27 Mar 2014

Belajar Qur'an: Surah 'Abasa (Bermuka Masam)

Karena kesulitan untuk mengingat maknanya, karena itu saya coba uraikan melalui tulisan ini supaya bisa meninggalkan jejak lebih lama di otak (mungkin faktor umur :D) dan in syaa Allah di hati.. Menjadikan buku tafsir terjemah dan website quran.com sebagi referensi, saya mencoba menuliskan kembali dari pemahaman saya.

Bismillahirrahmanirrahiim...
 
Surat ini terbagi menjadi 3 bagian yang tetap saling berkaitan. Yaitu:

Ayat 1 - 16 terdapat Kisah nabi Muhammad yang ditegur oleh Allah yang bermuka masam pada seorang buta yang ingin belajar dari Beliau.

Dikisahkan ketika Nabi Muhammad sedang menemui pembesar-pembesar Quraisy untuk mensyiarkan Islam, datang kepada beliau seorang buta.Orang buta bernama Ibnu Ummi Maktum ini meminta pada Nabi Muhammad untuk membacakan dan mengajarkan kepadanya ayat-ayat Allah. Namun saat itu, Nabi Muhammad merasa karena orang buta tersebut datang di saat dia sedang berbicara kepada para pembesar Quraisy, beliau merasa terganggu dan mengabaikannya. Karena itu Allah menegur beliau melalui ayat ini. Karena ayat-ayat Allah adalah peringatan bagi siapapun yang menghendakinya dan memperhatikannya. Ayat-ayat yang terdapat dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan, dan disucikan. Yang ditulis oleh malaikat yang mulia lagi berbakti. Setelah datang ayat ini kepada Nabi, beliau segera mendatangi rumah Ibnu Ummi Maktum dan menyediakan diri untuk melayani permintaan Ibnu Ummi Maktum. Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang miskin, karena keinginannya untuk berilmu.


Sumber gambar dari sini
Ayat 17 - 22 adalah tentang kekuasaanNya dalam proses terbentuknya seorang manusia hingga dibangkitkannya kembali.

Penciptaan, kelahiran, kematian dan bangkitnya kembali manusia adalah karena kuasa Nya. DiciptakanNya manusia dari setetes mani, lalu dibentuknya. Diberinya jalan bagi sang janin untuk keluar (lahir), lalu jika tiba saatnya, Dia mematikannya dan membangkitkan kembali. Celakalah bagi manusia yang mengingkarinya.








Buah Zaitun
Ayat 23 - 32 adalah tentang kenikmatan yang diberikan kepada manusia sebagai bukti kekuasaan Allah.
Kepada manusia, diperintahkan untuk memperhatikan makanannya. Allah membelah bumi untuk menunumbuhkan beragam biji-bijian. Seperti anggur dan sayuran, buah zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat, dan buah-buahan lain serta rumput-rumputan. Semuanya dipersiapkan oleh Allah untuk manusia dan hewan-hewan ternak. Untuk memberi manusia nutrisi bagi kesehatan tubuh agar dapat bekerja dan berpikir. Tetapi manusia belum sepenuhnya menjalankan perintah Allah.



Ayat 33 - 42 adalah tentang datangnya hari kiamat dan hari berbangkit. 
Lalu saat diperdengarkan tiupan sangkakala yang memekakakkan telinga, pertanda datangnya hari akhir, setiap orang terpisah dari ayahnya, ibunya, istrinya, suaminya saudaranya. Setiap manusia akan sibuk dengan urusan menyelamatkan dirinya sendiri. Ketika itu, ada yang wajahnya tertawa bahagia dan berseri-seri. Tapi ada juga yang wajahnya tertutup debu dan kegelapan, ialah mereka yang tidak beriman pada Allah dan durhaka.

Penulisan arti dan makna surat 'Abasa di atas, ngga saya tuliskan dalam format pointer, sekedar supaya mengalir untuk dituliskan kembali, dan mudah-mudahan lebih mengalir ketika dibaca. Mudah-mudahan bermanfaat ....


19 Mar 2014

My Dreamy Vacation: Liburan Ke FInlandia

Kalau ditanya, liburan impian, hmmm.... kalau dulu aku pasti akan menjawab, ke Paris, Perancis, sekalian berbulan madu sama suami. Tapi.... seiring berjalannya waktu, sekarang ini aku selalu berharap bisa mengunjungi negara-negara Skandinavia. Negara seperti Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia, adalah di antaranya. Kalau diminta memilih lagi satu negara di antara semua negara tersebut, justru negara yang bukan wisata favorit yang akan saya kunjungi, yaitu Finlandia. 
Foto diambil dari sini


Sebetulnya, keinginan menjejakkan kaki di negara ini lebih berharap untuk bisa tinggal di sana misal keperluan belajar untuk beberapa waktu lamanya, ketimbang sekedar liburan. Tapii, kalau dapat kesempatan bisa liburan barang beberapa hari juga udah bersyukur banget pastinya. 

Jadi, kenapa sih harus ke Finlandia?

Finlandia menjadi magnet besar buat aku setelah beberapa kali atau malah sering membaca artikel yang menceritakan tentang sistem pendidikan di Finlandia. Sistem pendidikan di Finlandia dikatakan sebagai yang terbaik di dunia. Aku, walaupun bukan guru, tapi selalu pasang telinga begitu mendengar pendidikan terbaik. Ya, karena pendidikan yang menentukan kualitas seseirang. Sistem pendidikan suatu negara yang berkualitas baik pastinya bakalan menghasilkan warga negara yang terdidik tidak hanya dari segi kepintaran, tapi juga sikap dan moralnya.
Sumber Gambar

Dan menariknya, negara-negara Skandinavia termasuk Finlandia memiliki itu semua. Itulah yangmembuat aku bermimpi bisa tinggal di sana, atau paling tidak menghabiskan beberapa waktu untuk liburan di sana. Selain untuk menikmati udara kutub Finlandia, juga untuk  mengamati dan belajar bagaimana sih pendidikan berjalan di sana. Bagaimana cara guru-guru di sana mendidik siswa-siswanya.

Alasan lainnya, aku pengen bisa menyaksikan langit yang dihiasi dengan aurora borealis, dan pemandangan itu hanya bisa dilihat beberapa negara, salah satunya Finlandia.
Sumber Gambar Aurora Borealis

Sumber Gambar Aurora Borealis

Hmmm mungkin... mumpung lagi di sini (baca: Finlandia), sekalian aja berkunjung ke pabrik Nokia.
Nah, itu deh yang bikin aku pengen berat liburan ke Finlandia. Mudah-mudahan kesampaian..

http://indahnnuria.blogspot.com/2014/02/mydreamyvacation-giveaway-timeeeee.html

15 Mar 2014

Media Bagi Yang Ingin Menulis Buku

FB Group Re! Media Service
Ingin menulis buku? Ingin bisa memulai profesi sebagai penulis? Ingin menjadikan kegiatan menulis sebagai aktivitas yang menghasilkan tidak hanya karya yang ditulis tapi juga penghasilan? 
Di Facebook, ada sebuah grup layanan jasa penulisan dan pengelolan media. Awalnya, saya belum memanfaatkannya secara maksimal. Saya masih mengamati aktivitas dari grup ini. Re! Media Service nama grupnya. 

Jadi apa sih aktivitas grup ini? Dari pengamatan saya, kira-kira seperti inilah penjelasan cara kerjanya.

  1. Setiap minggu, pihak Re! Media Service ini memposting penawaran menulis buku dengan ajuan tema yang sudah ditentukan. Misal: Kuliner, ikan bawal, masakan indonesia, dsb. 
  2. Tema-tema tersebut ditawarkan kepada anggota grup. 
  3. Anggota yang tertarik untuk menulis buku dengan tema tersebut, bisa mengirimkan email untuk mengajukan tema yang diminati, dengan menyebutkan nama dan data diri. 
  4. Pihak Re! Lalu akan membalas email tersebut dengan menyampaikan detil dari buku tersebut, seperti topik atau judulnya. 
  5. Selanjutnya, si bakal calon penulis harus merancang outlin buku, sinopsisnya, dan siapa yang kira-kira akan menjadi penulis kedua atau narasumbernya. 
  6. Rancangan outline itu disampaikan kepada pihak agensi Re! Media Service ini, untuk kemudian disampaikan kepada penerbit yang bekerja sama dengan agensi tersebut untuk dipelajari. 
  7. Jika rancangan outline tersebut dinilai layak, penerbit akan meng-acc outline naskah buku tersebut. 
  8. Pihak agensi akan mengumumkan kepada anggota rancangan outline yang sudah di acc agar si calon penulis yang bersangkutan bisa memulai mengerjakan bukunya. 

Jadi kira-kira begitulan cara agensi naskah bekerja. Tidak hanya dalam hal penawaran penulisan buku, layanan agensi naskah ini juga untuk memfasilitasi penulisan konten atau artikel untuk website. Jadi pada dasarnya, memang ini tempat berkumpulnya penulis, editor, penerbit, atau siapa saja yang berminat di bidang penulisan kreatif untuk bisa saling mendapatkan manfaat dari menulis buku.


12 Mar 2014

Resep - Kue Mangkok Gula Merah

Kue Mangkok Gula Merah ala Chef :P
Ini ketiga kalinya saya bikinin snack kue mangkok gula merah, terutama buat bekal sekolah Zhafi. Kan ngga lucu juga, masak bekal roti tawar oles melulu.. atau beliin jajan pasar. Jajan pasar ngga masalah sebenernya. Cuma sekarang ini, makin banyak kue yang diberi bahan tambahan (korban berita investigasi -_- ) dan kita ngga bisa mastiin mana kue yang bebas dari bahan-bahan tambahan yang aneh-aneh itu.

So, si Ibu yang aslinya ngga suka masak ini, memaksakan diri turun ke dapur bukan sekedar nyiapin makan wajib, tapi juga untuk membuat snack sehat. Bagian paling menyenangkan adalah browsing resep. Saya tuh, hobi abadinya sebenarnya browsing. Apaa aja di browsingin. Nyari kode pos rumah sendiri, nyari tukang jualan susu kambing, nyari arti kata dalam bahasa Inggris. Untungnya dulu nyari jodoh ngga pake browsing-browsing ya, alhamdulillah udah dipertemukan dengan cara yang manusiawi.... :P. 

Hobi kedua, adalah ngumpulin resep.  Jangan tanya ada berapa map guntingan kliping resep dan ada berapa buku resep di rumah. Tapii yang dipraktekin? Hehe, ngga ada 10 persennya... :D. Masak itu yaa, sebenernya suka-suka aja, tapi.... yang malas itu beberesnya. Hehe (halah alesan).

So... kedua hobi itu, kemudian digabungkan. Kadang jadi juga kue-kue ajaib yang belum tentu seenak yang dibikin oleh sang ahli, tapi... alhamdulillah yaa, anak-anak sih doyan aja tuh... :) )

Seperti kue mangkok ini. Sengaja bikin kue mangkok gula merah, supaya yang dipakai buat pemanis adalah gula yang masih bersahabat dengan tubuh, ya itu yaa si gula merah ini. Walupun masih ada campuran gula pasirnya, tapi ngga banyak-banyak amet. Iya, lagi mengurangi banget konsumsi gula putih, karena inilah jenis pemanis yang paling jahat buat tubuh kita. Kenapa? Yaa... browsing aja lah yaa... (eh lagi lagi browsing).

Hm... cerita sedikit tentang percobaan membuat kue mangkok ini. Dari 3 kali bikin, yang paling berhasil justru yang pertama. Hasilnya mengembang sempurna, dan kematangannya merata.  Yang kedua kurang mengembang dan kurang matang sempurna, dan yang ketiga, mengembang tapi tetap ada bagian yang belum matang sempurna.

Saya coba ingat-ingat, untuk percobaan pertama tepung tapiokanya menggunakan merek Sagu tani, sementara yang kedua dan ketiga menggunakan merek lain. Hmmm.... apa karena itu ya? Bisa ya bisa nggak. Mungkin juga dari tekniknya, mungkin ada yang terlewat. Atau dari tingkat keenceran santannya yang ngga konsisten antara yang pertama, kedua, dan ketiga? Atau karena yang kedua dan ketiiga, ngeplok-ngeplok adonannya kurang lam? Tapi sepertinya tersangka pertama adalah tepung tapioka yang berbeda mereknya. Ah... siapalah saya yang bukan ahli ini, jadi boleh dong kalau ada yang udah expert, boleh share kenapa kok kue mangkokku ini bisa gagal mengembang dan nyaris gagal matang (eh eh... ntar sayah gantian disuruh browsing sendiri lagih... ampun yak).

So... hasil browsing, nemu resep kue mangkok yang lumayan cihuy praktisnya. Sumbernya dari sini.

Kue Mangkok Gula Merah


Bahan:
250 g tepung beras
25 g tepung tapioka (disarankan yang merek sagu tani)
250 santan encer dari ½ butir kelapa
Daun pandan
Daun jeruk 5 lembar
225 g gula merah
50 g gula putih
225 ml air
1 sdt ragi instan
¼ sdt vanili
½ sdt garam

Cara membuat:

  1. Encerkan gula merah bersama air, daun jeruk dan daun pandang, dan gula pasir, lalu dinginkan.
  2. Campur tepung beras, tepung tapioka, dan ragi instan, aduk rata
  3. Tuang cairan gula merah sedikit-sedikit ke dalam campuran tepung sambil diuleni.
  4. Tambahkan garam, santan, dan vanili
  5. Keplok-keplok adonan dengan sendok atau pengocok telur selama 20 menit.
  6. Diamkan adonan selama 3 jam, lalu siapkan cetakan yang telah dipanaskan selama 10 menit dalam kukusan, dan tuang adonan setinggi cetakan.
  7. Kukus dalam api besar selama 20 menit. Angkat lalu dinginkan. Sajikan dengan kelapa parut. Hmmm yummy :) 
Nah silakan bu ibu kalau ada yang punya tips bikin kue mangkok gula merah lebih cihuy bagi bagi yah ... :)

24 Feb 2014

Resep: Nagasari Pisang

Hari Senin kemarin, punya stok pisang kepok, tepung beras, tepung tapioka. Jadi... mau bikin cemilan apa ya. Oke, sebetulnya sih memang sudah nyiapin rencana membuat nagasari pisang. Setelah browsing sana sini, mencari resep yang paling gampang diikuti (mental praktisan hehe), dan akhirnya ketemu deh resep yang okeh.

Zhafi demi melihat ibunya mulai utek-utek di dapur, bertanya, “Bu mau bikin kue lagi yaa?? Kue apa?”

“Nagasari, kue pisang itu lhoo...”

“Ihhh asiikk! Eh ibu kayak koki aja deh, masak tiap hari”

Haha.... antara seneng dan malu juga dengar komentar Zhafi. Soalnya nih, kalau ngga karena kepepet lagi kontrol makanan buat anak-anak, terutama Zhafi yang habis sakit kemarin, haduhh... mungkin ngga ada cerita masak-masak dan bikin kue serajin ini. tinggal beli roti tawar, meises, atau jajan pasar. Beres.

Balik lagi ke nagasari. Cuma, memang ya bikin adonan dengan campuran tepung tapioka di dalamnya itu gampang-gampang susah. Harus cari trik gimana supaya adonan tapioka, beras dan santan itu bisa mulus ngga brindil-brindil. Itu kejadian juga sama acara bikin nagasari kemarin. Setelah campuran tepung tapioka dan tepung beras dimasukan kedalam santan yang sudah mendidih, meskipun saya mengikuti resepnya untuk mengecilkan api, tetap aja begitu campuran tepung dimasukkan, terjadilah gumpalan-gumpalan yang berakhir manis menjadi adonan yang mbrindil, ngga semulus sewaktu membuat bubur sumsum tempo hari. 

Belum lagi, belakangan saya sadar lupa memasukkan gula dan garam kedalam santan tadi. Whoaa.... panik gimana yaa? Akhirnya terpikir jalan pintas. Mencairkan gula dengan tambahan air.

Singkat kata, ternyata setelah adonan dimasukkan ke dalam daun pisang dan dikukus, begitu dibuka, lumayan juga sih... walau makannya harus pakai sendok karena sepertinya kurang padat. Tapi soal rasa.... yang pasti Zhafi bilang... “Enakkkk, Buuu... !”

Ahh lega deh, padahal kalo menurut saya siih, agak terlalu manis dan kurang gurih. Catatan ke depan, mungkin mengurangi sedikit takaran gulanya, dan menambah sedikit garam.... ehmm bener ngga ini? Maklum tukang masak amatir.
Jadi ini ya resepnya

Nagasari Pisang
Sumber: sajiansedap.com
Bahan-bahannya:

250 gr tepung beras
100 gr tepung tapioka
250 gr gula pasir
Garam secukupnya
700 ml santan dengan kekentalan sedang dari ½ butir kelapa
Daun pandan (ini optional ya, saya ngga pake karena ngga punya pohonnya)
Daun pisang untuk membungkus
Dan tentunya pisang kepok atau pisang raja yang sudah matang

Cara membuatnya:
Santan dipanaskan bersama gula dan garam sambil terus diaduk-aduk sampai tangannya tidak tahan lagi dengan panasnya, (tidak sampai mendidih). Saatnya mencampur tepung beras dan tapioka dengan sebagian santan, lalu adonan tepung dan santan dimasukkan kedalam sanatan yang telah dimasak tadi. Aduk rata, masak lagi dengan api kecil sambil diaduk-aduk. Nah... di saat inilah terjadi gumpalang ituhh... saya jadi berpikir, mungkin sebaiknya santannya saya diamkan sebentar sampai agak dingin, baru dimasukkan adonan tepung dan diaduk sampai rata, baruk api dinyalakan lagi, mungkin hasilnya teksturnya lebih mulus (mungkin...). Kalau ada yang punya tips, silakan dishare di sini yah.

Selanjutnya siapkan daun pisang yang sudah dibersihkan, masukkan sedikit adonan, taruh satu iris pisang lalu tutup lagi dengan adonan baru kemudian bungkus dengan gaya yang silakan seperti apa modelnya, asal rapih aja hihihi.
 
Setelah semua adonan selesai dibungkus, kukus sekitar 20 menit, lalu angkat.
Hasilnya... alhamdulillah, enak lah.

Malamnya, ketika ayahnya pulang, Zhafi sampai berkali –kali kasih tahu ayahnya, “Yahh ituu ada kue pisang. Enak bangett... “ Hiks... ternyataa saya bisa masakk sodara-sodaraah.... *lebay

Maaf itu poto nggak banget yaa... lagi ngga punya kamera huhuhu harii gini...

Rangkuman Scope #5: Anak Shaleh - Aktif, Progresif, Konstruktif, Kreatif

Rangkuman dari event School of Co Parenting SAT tanggal 23 Februari 2014
Anak Shaleh: Aktif, Progresif, Konstruktif, Kreatif
Materi oleh: Pak Adriano Rusfi (Pak Aad)

Apa yang ada di benak setiap orangtua ketika mengharapkan anak menjadi anak yang shaleh?
Anak shaleh seringkali diartikan sebagai anak yang tidak lupa sholat, tidak malas mengaji, tidak membantah perintah orangtua, dan tidak melawan orangtua. Definisi anak shaleh masih diartikan terbatas pada amalan yang sifatnya personal dan akhlaq. Nyatanya, keshalehan tidak hanya terbatas pada itu saja. Keshalehan mengandung arti yang lebih luas, yaitu amar ma’ruf nahi munkar.
Sebelum membahas lebih menyeluruh tentang definisi dan ciri anak shaleh yang lebih komprehensif, mari menengok kembali mentalitas apa yang sedang terbangun setidaknya pada sebagian generasi muslim saat ini.

Kaum Mustadh’afin = Lemah atau dilemahkan
Kaum  ini lahir dari perasaan ketertindasan, dari perasaan sebagai kaum konspirasi permusuhan, pemurtadan, dan pelemahan. Kemudian muncul sikap defensif. Ini menjadi mentalitas umahat abad 20, sejak jatuhnya khilafah utsmaniyah. Kaum ini direkayasa untuk kepentingan politik untuk membangun solidaritas. Inilah cikal bakal mental teroristik.
Sebagian kaum muslim lebih fokus untuk melawan usaha pemurtadan dari musuh –musuh Islam dengan cara defensif dan kekerasan. Menebarkan virus kebencian secara berlebihan, sampai aksi teror seperti bom bunuh diri dan sejenisnya menjadi pilihan yang diambil oleh kaum ini, yang justru menimbulkan persepsi semakin negatif tentang Islam.
Kaum ini sibuk dengan isu permutadan, sekularisme, bahaya aliran sesat, dan sebagainya, namun lupa untuk memperhatikan isu kemanusiaan. Isu kemanusiaan bukan hanya terbatas pada problem solving, bukan hanya terbatas pada pemberian bantuan setelah bencana, bantuan kepada kaum dhuafa, dan sebagainya. Isu kemanusiaan termasuk juga bagaimana menciptakan teknologi ramah lingkungan, perkembangan sains, terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yang semuanya berguna untuk meningkatkan kualitas hidup manusia juga pelestarian lingkungan.
Islam benar-benar akan menjadi rahmatan lil’alamin, melalui khalifah-khalifahnya jika semakin banyak kaum muslim yang berkontribusi aktif dan kreatif dalam peningkatan kualitas kehidupan manusia dan alam. Karena umat Islam diharapkan menjadi khalifah fil ardh yang akan membawa perbaikan dan kebaikan di bumi ini.

Definisi dan Ciri Anak Shaleh
Generasi Islam selayaknya menjadi generasi yang memiliki mentalitas positif yang memiliki harga diri (dignity). Karena dibalik kebencian pihak-pihak tertentu, semesta mendukung Islam dan masih banyak yang merindukan kepemimpinan Islam.
Generasi Islam selayaknya menjadi generasi khairul ummah, generasi progresif yang tidak defensif.
“Janganlah kamu merasa hina, jangan pula bersedih hati, kamulah yang paling tinggi, jika kalian orang yang beriman”
Shaleh itu ISLAH. Islah bermakna ‘memperbaiki’, bukan merusak. Shaleh berarti amar ma’ruf nahi munkar.
Definisi anak shaleh:
1.       Shaleh itu amal (melakukan sesuatu), bukan terbatas pada akhlaq
2.       Anak Shaleh = Anak progresif
3.       Anak shaleh = Anak konstruktif
4.       Anak shaleh = anak kreatif
5.       Amar Ma’ruf nahi munkar
6.       Laksanakan perintah, tinggalkan larangan
7.       Mengejar pahala, menekan dosa
8.       Berlomba-lomba dalam kebajikan
Shaleh adalah amal. Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Ajarkan pada anak didepan ada surga, agar semakin termotivasi untuk banyak berbuat kebaikan. Untuk lebih banyak berkontribusi, dan lebih banyak menghasilkan inovasi-inovasi. Jangan ajarkan anak didepan ada neraka yang membuat anak terlalu takut berbuat apa-apa karena takut berdosa.
Manusia tidak akan pernah luput dari dosa, namun hanya perbuatan baiknya lah yang akan menjadi penutup bagi dosa-dosanya, dan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya yang akan menghindarkannya dari dosa.
Karena pada hari perhitungan nanti, Allah menyampaikan melalui ayat suciNya, manusia akan dihitung seberapa banyak pahala yang dikumpulkan. Allah tidak menyebutkan bahwa ukuran masuk surga dari seberapa sedikit dosa yang dilakukan. Hal ini seperti tercantum dalam QS Al Qori’ah ayat 6 – 11:
“Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia akan berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”
Tantangan umat muslim adalah menciptakan generasi kreatif. Kreatifitas yang positif membawa kontribusi yang bermanfaat untuk kehidupan manusia yang lebih baik. Bagaimana memulai menciptakannya? Ketika usia 0-7 tahun, anak-anak sedang dalam ‘masa destruktif’. Anak cenderung merusak benda atau barang untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Maka izinkan atau biarkan mereka merusak di masa itu, jangan dilarang. Ajarkan saja apa konsekuensi logisnya (bukan hukuman). Jangan paksakan anak untuk konstruktif pada masa itu, seperti yang sekarang ini sering terjadi dengan mengajarkan baca tulis sejak dini. Kenyangkan hasratnya untuk ‘merusak’ (sambil mengajarkan konsekuensi logis dari tindakannya agar destruktifnya terarah). Hal ini akan memuaskan kebutuhan psikologisnya akan banyak hal. Ketika usia 7 tahun ke atas, dia pun akan terpuaskan dengan kebutuhannya itu dan dengan sendirinya banyak melakukan tindakan-tindakan yang konstruktif justru dari pengalamannya merusak di masa kecil.
Shaleh adalah amar ma’ruf nahi mungkar (bukan dibalik menjadi nahi munkar amar ma’ruf). Artinya dahulukan untuk berbuat dan menebarkan kebajikan, baru mencegah kemungkaran.
Shaleh adalah melaksanakan kebajikan dan meninggalkan larangan (bukan meninggalkan larangan dan melaksanakan kebajikan).
Artinya, utamakan untuk banyak berkontribusi, kontribusi, kontribusi, sambil selalu istiqomah untuk menghindar dari atau menekan dosa. Sebaliknya, jika terlalu takut melakukan dosa, dan akhirnya takut berbuat apa-apa, atau sedikit berbuat baik, mungkin kontribusi yang dihasilkan akan lebih sedikit.
Pendidikan untuk anak kita selayaknya adalah berorientasi menjadikan anak yang bagaikan anak panah: menembus, melesat, dan mencapai tujuan. Bukan berfokus atau berorientasi untuk membentengi anak, karena sekuat apapun benteng yang coba dibangun, kemunkaran akan semakin lincah untuk mencari celah.
Pendidikan selayaknya menjadikan anak aktif (melakukan hal positf), karena dengan menjadi aktif, anak akan terhindar dari hal-hal yang buruk. Bukan membatasi anak, yang membuat anak tidak bisa mengoptimalkan segala potensinya, dan jatuh pada rendahnya kompetensi yang dimilikinya dalam bermanfaat untuk kehidupan. Amar ma’ruf itu sendiri adalah nahi munkar yang paling baik. Menyibukkan diri, banyak melakukan aksi positif, dan aktif adalah obat terbaik untuk menghindarkan diri dari maksiat. Cara terbaik untuk menghilangkan kebathilan adalah dengan mendatangkan yang haq.
Banggalah dengan anak yang pahalanya banyak, bukan yang sedikit dosanya.  Setiap kebaikan akan dihitung 10 kali lipat, tapi setiap kesalahan atau dosa hanya dihitung 1 kali lipat saja.
Melakukan 10 kebaikan dan 3 dosa lebih baik dibandingkan dengan melakukan 1 kebaikan dan 0 dosa.
Karena :
(10x10) + (3x1) = 100 – 3 = 97
(1x10) + (0x1) = 10 – 0 = 10.

Wallaahu a’lam bishshowab...



Kesimpulan:
1.       Mari ubah mindset umat muslim dari mentalitas tertindas menjadi mentalitas optimis. Ceritakan kepada anak kebaikan Islam, kejayaan Islam di percaturan dunia. Berikan informasi juga tentng perjuangan muslim dari penindasan yang terjadi di belahan bumi lain, bukan untuk menanamkan kebencian untuk melakukan kekerasan.
2.       Bicarakan pada anak tentang goal setting (merencanakan tujuan) dan goal getting (menggapai tujuan), tidak selalu berfokus pada problem solving.
3.       Selanjutnya upaya untuk membangung generasi shaleh bisa lebih efektif.
4.       Generasi shaleh adalah:
-          Amar ma’ruf nahi munkar
-          Mengejar pahala menekan dosa
-          Berlomba-lomba dalam kebaikan
-          Menegakkan yang hak dan menghancurkan yang batil
-          Melaksanakan perintah meninggalkan larangan
-          Tancap gas lalu rem sebelum menabrak
-          Biarkan anak berbuat salah, karena salah membuat anak belajar.


Forum tanya jawab:
Tanya:
Bagaimana mengajarkan disiplin pada anak
Jawab:
Orangtuanya harus mencontohkan kedisiplinan juga. Selain itu perlu diseimbangkan antara disiplin fungsional dengan disiplin struktural.
Yang dimaksud dengan disiplin fungsional, melakukan perbuatan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya,
-          Disiplin tidur lebih cepat agar bisa bangun pagi.
-          Disiplin olahraga agar stamina tubuh meningkat
-          Makan ketika lapar
Yang dimaksud dengan disiplin struktural, melakukan perbuatan atau kegiatan yang dipatok aturan yang baku. Misalnya,
-          Tidur pukul 9, bangun pukul 5 pagi
-          Olahraga 30’ menit setiap jam 7 pagi
-          Makan pagi jam 7, makan siang jam 12, makan malam jam 7.

22 Feb 2014

Resep: Kue Tepung Beras Plus Kelapa Isi Gula Jawa

Bingung mau bikin kue apa ya dari tepung beras yang simpel, ngga ribet. Perjalanan ke dunia maya lewat dengan petunjuk dari Mbah Google akhirnya sampai pada resep satu ini.

Kue ini boleh dibilang masih sodaraan sama kue putu, atau kue dongkal asli betawi. Bahannya relatif sama, cuma media masak dan caranya yang agak beda-beda dikit.

Waktu membuat kue ini, saya di bantu sama asisten terbaik, Zhafi. Dia semangat banget minta ibunya bikinin kue dari tepung beras, karena udah paham kalau dia belum bisa menyentuh kue-kue ala bakery dan snack-snack kemasan ala supermarket apalagi warung karena alerginya.

Dia senang banget waktu mengaduk tepung beras dengan kelapa, lalu mengisi adonan itu ke dalam cetakan bolu kukus. Selesai dikukus, dan Zhafi mencoba, pertama dia mungkin belum terbiasa dengan rasanya, antara gurih dan manis gula jawa. Tapi belakangan dia suka dan mau bawa buat bekal sekolahnya.

Okey ini dia bahannya:
250 gr tepung beras (sebaiknya yang baru digiling)
250 gr kelapa parut
gula merah / gula jawa secukupnya untuk isian adonan
gula putih secukupnya 
daun pandan secukupnya

Cara Membuat:
Campurkan tepung beras dan kelapa dalam wadah, tambahkan gula pasir 1 sendok makan.
Siapkan cetakan, lalu isi dengan adonan sampai dengan setengahnya, lalu taruh beberapa irisan kecil gula jawa, dan tutup lagi dengan campuran tepung dan kelapa tadi. Untuk lebih wangi, boleh ditambahkan daun pandan di atasnya. Kukus semua adonan selama kurang lebih 20 menit.
Oh ya, sebelumnya, cetakan diolesi minyak sayur dulu, supaya ketika kue dikeluarkan dari cetakan, tidak lengket.

Boleh deh dicoba. resepnya sumbernya dari sini:
http://www.justtryandtaste.com/2013/05/kue-tepung-beras-isi-gula-merah.html




What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".