23 Sep 2013

Rangkuman Scope #1: Remaja - Dilema dan Petaka

Postingan ini adalah rangkuman dari School of Parenting (Scope) yang diadakan oleh Sekolah Alam Tangerang (SAT) untuk wali murid SD kelas 1 SAT. Scope dilaksanakan Minggu tanggal 22 September 2013, dengan pembicara konsultan pendidikan Bapak Adriano Rusfi (Pak Aad)

Remaja: Dilema & Petaka


# Belajar Dari kasus Dul (AQJ).

Sudah baligh tapi belum Aqil.
Remaja: Masa Tidak Karuan.
Usia baligh di masa sekarang makin maju, yaitu USIA 9-10 tahun. Sementara masa aqil menurut Elizabeth Hurley adalah 24 tahun.

Artinya, di zaman sekarang rentang waktu antara masa baligh dan aqil semakin jauh, membuat individu di kelompok usia yang bernama remaja ini mengalami kebingungan. Di satu sisi mereka sudah matang secara fisik dan seksual. Di sisi lain, kecerdasan akal, moral, emosi, sosial, dan aspek finansial, mereka masih belum mandiri.

# Belajar dari Jesus di Surabaya, siswi SMP di Surabaya yang melacurkan diri, demi tuntutan gaya hidup.                      

Masalah seks sebelum nikah tidak bisa diatasi hanya rentang pendekatan iman. Karena itu Allah bukan memerintahkan "Jangan berzina", melainkan, "Jangan dekati zina"

REMAJA, SEBUAH FENOMENA
  • Istilah remaja baru Ada sejak abad 19
  • Muncul sejak era Revolusi Industri dan sekolah. Pada masa ini, orangtua tidak hanya ayah,tapi juga IBU terpaksa meninggalkan anaknya seharian untuk bekerja. Anak kemudian dititipkan di tempat yang bernama sekolah.
  • Adolescence - adolescere - pre adult.
  • Bukan anak, tapi belum dewasa.
  • Anak baru gede
  • Terjadi secara masif dan global, kecuali di daerah suku terasing.
  • Mendapatkan pembenaran ilmiah, sosial, bahan keagamaan.

Sesungguhnya tidak ada lembaga pendidikan, melainkan lembaga pengajaran. Karena lembaga pendidikan sebenarnya adalah RUMAH.

Remaja = ABG = generasi galau = generasi banci sosial (bukan anak-anak tapi juga belum dewasa).
Karena, periode transisional dengan rentang yang sangat panjang menjadikan remaja berada dalam masa berbahaya =tidak karuan, atau masa storm and stress.    

Seperti kita ketahui,berada dalam masa transisional rentang mengalami chaos. Bahkan diakui juga oleh Al Qur'an, seperti dalam Surat Al Falaq ayat 1 yang berbunyi: "Aku berlindung kepada Allah, Sang Pemilik Waktu Fajar (waktu fajar adalah waktu transisi dari malam ke pagi), dari keburukan dan kejahatan makhlukNya."              

Pendidikan aqil adalah tanggung jawab Ayah.
Pendidikan baligh adalah tanggung jawab bunda.
Porsi sekolah adalah mengajar, bukan mendidik.
Revolusi industri mengubah tatanan keluarga, yang tadinya pendidikan Anak dipegang orangtua, menjadi dipegang oleh lembaga sekolah. Karena orangtua dipaksa untuk bekerja seharian mencari uang/nafkah, Termasuk kaum ibu.

#Doa untuk orangtua:
"Ya Allah,  ampunilah dosa orangtua kami, rahmatilah mereka, sebagaimana mereka mendidik kami sedari kecil."

Karena itu, jangan sampai sekolah & guru mengambil pahala dari doa Anak sholeh, yang seharusnya menjadi hak ibu dan ayahnya.  

Yuk, aqil balighkan anak kita.
  • Didiklah, bukan hanya mengajar.
  • Boleh delegasikan tugas pengajaran, tapi jangan limpahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah.
  • Ayah: penanggung jawab utama pendidikan
  • Ibu: pelaksana utama pendidikan
  • Tak perlu berlindung dibalik istilah kualitas pertemuan.
  • Mari pintar mencari nafkah. Bangun komunitas untuk mengakomodasi kebutuhan, untuk mencari nafkah.

Sekolah dan guru seayaknya hanya berfungsi sebagai caretaker untuk anak.

# Tips: "mengatasi anak berbohong"
1.  Anggap semua yang diceritakan si anak adalah benar (iyakan saja).
2. Beri dia pertanyaan berentetan, yang membuat di terpaksa terus menerus menciptakan cerita bohong baru hingga capek berbohong.       

Target mendidik anak agar anak mencapai aqil baligh langganan juara.

Prinsip belajar harus didasarkan pada Concequential learning bukan reward and punishment.

Prinsip parenting:
  1. Jadikan rumah sebagai laboratorium dan dapur. Biarkan anak membuang kejahiliahannya di rumah, bukan di luar rumah.
  2. Jangan terlalu sensitif terhadap pertengkaran kakak-adik. Itu cara mereka mempererat rasa sayang dan memiliki satu sama lain.

Orangtua dalam membantu anak menentukan keputusan tetap dalam kontrol orangtua sekaligus memberikan ruang demokratis pada anak. *memilih vs memutuskan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haii emak, bapak, ibu, adik, abang, neng, uda, uni, akang, teteh, mas, dan mbak, tinggalkan komentar dan jejakmu yaa... saya senang sekali kalau bisa berkunjung ke rumah maya milikmu. Salam BW ^_^

What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".