10 Nov 2017

Piknik #JadiBisa Lebih Hemat



Apa obat penat dan jenuh?

Piknik!

Walau bukan satu-satunya cara pelepas penat, tapi piknik atau bepergian ke tempat lain untuk rekreasi adalah salah satu cara kita untuk melihat sisi lain dunia. Sisi lain yang bisa jadi sama sekali berbeda dengan kehidupan sehari-hari.


Piknik bersama keluarga atau orang yang istimewa tentu menjadi moment yang menyenangkan. Di dalam perjalanan bisa berbagi cerita dan tawa, berfoto bersama, mendokumentasikan tempat-tempat dengan pemandangan yang luar biasa. Tapi ada kalanya, piknik menjadi sedikit terusik dengan ketidaknyamanan karena hal-hal teknis. Seperti pemesanan tiket pesawat atau kereta, atau pemesanan kamar hotel. Entah mungkin karena harga yang tidak pas. Atau ketika kita memesan di suatu situs pemesanan tiket atau hotel, kita mendapati harganya berbeda dengan yang kita bayarkan karena harga yang dicantumkan belum termasuk pajak.

Merencanakan Perjalanan dengan Mudah dan Nyaman
Di zaman sekarang, merencanakan perjalanan, membeli tiket pesawat atau kereta, dan booking kamar hotel semudah membuka buku. Ada berbagai macam pilihan situs yang memberikan layanan kebutuhan wisata dan perjalanan. Tapi di antara banyaknya pilihan itu, ada satu yang terpercaya, yaitu Traveloka. 

Traveloka menawarkan kemudahan bagi kita untuk merencanakan perjalanan wisata atau bisnis. Kita bisa dengan mudah mendapatkan berbagai pilihan paket perjalanan dengan harga yang kompetitif. Selain itu kemudahan membandingkan harga dan fasilitas untuk penerbangan, kereta, dan atau kamar hotel. Karena hanya dengan menuliskan yang kita butuhkan di kolom pencarian, lalu tap, dan… voila… ! Puluhan pilihan terpampang nyata di layar monitor kita. Kita lalu bisa dengan mudah menentukan mana yang sesuai dengan selera atau budget kita. Kemudahan lainnya adalah pembayaran yang bisa dilakukan dengan banyak cara sesuai dengan kenyamanan kita. Bisa dengan transfer melalui ATM, Kartu Kredit, atau melalui internet banking. Dan semuanya free, tanpa ada biaya transaksi.

Tidak hanya memberi kemudahan, tapi juga terpercaya sehingga membuat hati nyaman dalam bertransaksi. Inilah nilai lebih yang ditawarkan Traveloka. Harga yang ditampilkan sudah termasuk dengan pajak dan biaya lainnya. Sehingga kita tidak akan tertipu dengan harga yang seakan murah tapi ternyata ketika akan melakukan pembayaran, ada pajak yang tidak tercantum sebelumnya. Dan tentunya, transaksi online kita saat pembayaran terjamin privasi dan keamanannya.

Traveling #JadiBisa Lebih Hemat, Deh
Bagi calon traveler dengan budget terbatas seperti saya, sudah pasti harapan terbesar ketika melakukan perjalanan adalah bisa menghemat pengeluaran. Jadi, kalau bisa dapat potongan untuk biaya tiket perjalanan dan akomodasi pastinya saya terima dengan senang hati.
Traveloka itu menawarkan banyak produk yang setiap produknya selalu ada bonus ‘penghematan’. Di Traveloka kita bisa melakukan pemesanan tiket penerbangan, pemesanan tiket kereta, pemesanan kamar hotel, pemesanan paket penerbangan dan kamar hotel, pemesanan tiket atraksi dan hiburan, bahkan sekedar untuk beli pulsa dan paket data. 

Nah, saya mau membahas khusus soal produk paket penerbangan dan kamar hotel. Karena kalau mau bahas semua produknya dan menceritakan kelebihannya masing-masing, bisa sangat panjang. Kembali ke soal menghemat pengeluaran untuk traveling, bagi saya itu penting dan perlu. Kalau ada yang bisa dihemat, kenapa harus bayar harga normal. Iya, nggak?

Karena itu, terobosan Traveloka menghadirkan produk  paket penerbangan dan kamar hotel ini amat sangat patut diacungi jempol. Semakin mudah dong, merencanakan perjalanan bisa lebih menghemat waktu. Dan tentunya, bisa berhemat biaya lebih banyak. Yeayy! *soraksorakbergembira

Tapi kemudahan dari produk paket ini ngga hanya cocok untuk budget traveler aja, kok. Yang budgetnya berlebih pun, bisa mendapat manfaat bahkan lebih banyak dari produk ini. Karena, secara umum Traveloka itu menyediakan fitur pencarian dengan berbagai macam kategori sesuai kebutuhan kita. Kita bisa melakukan pencarian paket dengan harga tertinggi, dengan harga terendah, dengan rating tertinggi, dengan popularitas tertinggi, atau sekedar mencari tipe akomodasi yang diinginkan (vila, hotel, homestay, dsb).

Jadi memang bener, kok, kalau mau liburan itu, Traveloka dulu aja, deh…



30 Okt 2017

Shalih / Shalihah Itu Bukan Sekedar Rajin Sholat dan Pintar Mengaji

Shalih/shalihah itu...
Bukan sekedar rajin sholat, rajin ngaji, punya banyak hapalan surat. Bukaaan.
Bukan sekedar patuh di hadapan orangtua dan guru 
Bukaaan. 

Shalih/shalihah itu...
Memiliki iman dan aqidah kepada Allah, sehingga apapun yang dilakukannya itu karena Allah. Karena mengejar ridho dan cintanya Allah. Sholat, ngaji, menghapal bukan karena ingin dipuji manusia tapi karena ingin dicintai Allah. 
Menghapal tidak sekedar menghapal tapi memahami dan mengamalkan Alqur'an. 
Dan semuaaa yang ada di alQur'an itu adalah hukum bagi semua manusia. Termasuk bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungan.
Apalagi disertai dengan menjalankan sunnah Rasulullah. Menjadikan Rasulullah panutan karena kita tahu Rasulullah memiliki pribadi yang luar biasa mulia, sehingga dicintai umatnya, lisan dan sikapnya mencerminkan kecerdasan hati yang tinggi. 

Dan menjadi shalih/shalihah itu adalah menjadi pribadi yang mengejar cinta Allah dan mencintai Rasulnya. 
Tau bagaima rasanya dan apa yang dilakukan ketika jatuh cinta dan mengejar cinta seseorang?
Pasti jadi jaga image kalau ketemu. Hanya melakukan hal-hal yang disukai orang itu. Lalu ikut-ikutan melakukan apa yang dilakukan orang itu. 
Jadi jaga image sama Allah saja. Allah pasti melihat kita. Jangan sampai Allah melihat kita melakukan hal-hal yang ngga disukaiNya, apalagi yang membuat Dia murka. 
Meniru apa yang dilakukan Rasulullah. Dalam beribadah, berinteraksi dengan manusia dan lingkungannya, dalam berorganisasi, dalam berdagang.

Kalau rajin sholat dan pintar ngajinya tidak membuat perilakunya dalam keseharian menjadi mulia dan tidak memberi manfaat bagi sesama, belum bisa dibilang shalih. 
Shalih itu, adalah mengejar cinta Allah, dan mencintai Rasulullah. Sehingga apapun yang dikatakan dan dilakukannya, adalah karena dua hal tersebut. 

Kejar cinta Allah dengan benar, cintai Rasulullah dengan benar. caranya... dalami ilmunya. Pelajari dengan benar. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu tentang agama, dalam hal ini Islam. 

#pengingat untuk diri sendiri


25 Sep 2017

Drama Minah Baper Udin Selow 2

Minah Parnogami (Parno Dipoligami)

Lagi happening banget sekarang topik pelakor. Juga lagi naik daun isu poligami. Eh... Waktu ngumpul sama sahabat-sahabatnya, topiknya poligami jugaa.

Pulangnya, si Minah mikir-mikir, duh, mana kuat gue kalau suami poligami. Salut deh kalau ada wanita yang rela berbagi suami dengan ikhlas. Lakinya juga kudu adil lahir batin. Dan motivasi poligaminya apa duluuu.

Udin pulang malam hari ini. Minah udah ngerti kalau setiap hari Jumat memang ada agenda tambahan. Biasanya suka ada meeting di luar.

Besok paginya, Minah cuci-cuci piring. Dia bukain tas anaknya dan suaminya untuk ambil kotak bekal makan siang untuk dicuci sekalian. Eh... Kok,  di tas Papih ada dua nih kotak makannya. Satu lagi dari siapa yaa?

Langsung teringan obrolan sahabat-sahabatnya tentang poligami dan pelakor. Duuh... Jangan-jangan... Masak siih... Ah Si Papih gitu-gitu setia kook. E, tapi... Yang namanya manusia,  laki-laki pulak,  bisa aja kaan. Hikss... 😨

Tenang, Minah, tenang. Ntar tanyain baik-baik yaa, kalo si Papih udah mandi, batinnya.

Selesai mandi, dengan nada tenang Minah tanya, "Pih, kok ada kotak makan dua biji di tas?"

"Emak yang bawain. Kemarin sempet mampir rumah," jawab Si Udin lempeng.

Halaahh... Minah tepok jidatnya sendiri, ngetawain dirinya yang parno duluan.

Drama Minah Baper Udin Selow 1

Rambut Baru Minah

Minah habis potong rambut. Dari gaya rambut panjang yang biasanya selalu dikuncir kuda, jadi pendek ngebob. Minah ngga sabar pengen tau komentar suaminya, Udin, melihat gaya rambutnya yang baru nanti.

Tak lama,  Udin pun pulang kerja. Minah menyambutnya sambil tersenyum. Tapi... Setelah Minah mencium tangan Udin, Udin cuma tersenyum selintas dan langsung bersiap mandi.

Minah antara kecewa dan jengkel. Datar amat sih jadi laki, pikirnya. Sama istrinya sendiri pelit amat kasih komentar?

Selesai Udin mandi, Minah lagi masak oseng-oseng tempe pakai wajan stainless steel. Sreng sreng sreng....

Minah memainkan orkes wajan sambil pasang tampang kusut. Dalam hatinya ada kompor yang ga kalah panas sama kompor di depannya.

Batinnya, "Ntar mau gue tanyain!! Tapi gue harus tenang... Nanyanya ga pake emosi. Datar aja.... Datar".

Minah berusaha menenangkan diri sambil bikin skenario gimana cara nanyain Si Udin perihal kenapa kok ga ada komentar soal rambut barunya.

Setiap kali Udin lewat dapur, bunyi sotil beradu wajan makin kencang, sreeng sreng BRENGGG...

Entah Si Udin paham kode Minah, atau entah karena alasan lain, Udin lalu berkomentar mengagetkan tapi dengan nada lucu.

"Adeek.... Mami rambutnya gantiii, nii... Udah liat beloom? Mami, potong rambut di manaaa?" komentar Udin dengan gaya bertanya ke anaknya.

Eh.... Si Minah tadinya gengsi mau nanggepin. Sempet mikir, mau ngelanjutin ngambek apa udahan aja ya?  Ah, udah capek juga ngambek. Toh udah dikomentarin gini. 🙌

Akhirnya Minah jawab, "Iyaaa! Habis gerah sih. Juga lagi pengen gaya baru. Potongnya di salon sebelah." Minah jawab sambil senyum-senyum ga jelas.

24 Jan 2015

Kado Terindah yang Berat dan Tebal


Saat itu di Yogyakarta bulan Maret 2004

“Kita sebaiknya ngga bertemu dulu untuk beberapa waktu.”

Pernyataan itu bikin hati gusar. Tetiba laki-laki yang selama ini dekat dengan saya, memutuskan untuk menyudahi sementara hubungan kami, sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Dan yang lebih menggalaukan hati, kejadian itu terjadi beberapa minggu sebelum hari ulang tahun yang ke 22.

Apakah saya sedih? Sakit hati? Seinget saya ngga terlalu sedih juga , sih. Hati ini udah yakin dia yang akan jadi jodoh saya. Dialah calon imam bagi saya nanti *eeaaa…. Jadi saya yakin aja, kalau memang berjodoh pasti akan dipertemukan lagi. Kalau engga ya, udah kehendak Dia.

Tapi bingung iya. Bingung, gimana nanti menghabiskan hari ulang tahun. Gimana nanti kalau ngga sengaja ketemu di kampus, karena kami berdua jadi dekat karena berkuliah di universitas dan fakultas yang sama.

Saya jalani saja hari-hari dengan berfokus pada kuliah dan kegiatan kampus. Sesekali bertemu mata dengannya di kampus, saya hanya bisa tersenyum. Dan hari ulang tahun pun saya pun mendapat kejutan kecil dari sahabat-sahabat. Jadi saya bisa segera move on.

Ternyata ada kejutan lain. Ibu menelpon dari Jakarta. Kata beliau ada pengiriman paket dari Yogya tapi tak bernama. Paketnya berat dan tebal. Saya heran, paket dari siapa, ya? Saya hanya berpesan, tolong disimpan saja, ya Bu. Nanti saya buka kalau pas pulang libur panjang. Rasa penasaran sering muncul, apa isinya dan siapa gerangan pengirim paket itu ya.

Hingga tiba saat liburan, dan saya pulang ke rumah di Jakarta. Tak sabar rasanya ingin segera sampai rumah dan membuka paketnya. Paket tebal dan berat itu ternyata adalah buku novel legendaris Musashi yang ditulis oleh Hidetsugu “Eiji” Yoshikawa. Di dalamnya terselip surat bertanda tangan dari laki-laki yang selama ini saya yakini jodoh saya. Saya pun bertanya-tanya, apa gerangan ya maksud dibalik kado yang berat dan tebal ini.

Novel setebal 900an halaman itu memang berat dan tebal.  Untungnya saya suka membaca, dan saya nikmati saja lembar demi lembar halaman novel itu. Bagi yang bertanya-tanya siapa tokoh Musashi ini, singkatnya, Musashi adalah tokoh nyata. Awalnya hidupnya  tanpa tujuan, namun menjadi pahlawan setelah penggemblengan yang dialaminya.

Saya rasa itulah yang ingin disampaikannya dari kado ini. Dia ingin mengingatkan saya tentang menemukan makna dan tujuan hidup di usia saya yang ke 22 saat itu. Dan sejak itu, kado itu menjadi kado terindah bagi saya, hingga saat ini kami telah berkeluarga :).


 


Ibu: Profesi Abadi


Semenjak mengetahui sosok Ibu Septi Peni, saya disadarkan kembali bahwa menjadi Ibu adalah pekerjaan yang harus dijalankan secara profesional. Karena, seorang ibu adalah pendidik generasi bangsa. Kita tidak bisa hanya mengandalkan perasaan saja untuk menjadi ibu. Diperlukan ilmu dan pengamalannya.


Saya salut kepada ibu bekerja, karena pastinya membagi waktu antara profesi utama sebagai ibu dengan profesi yang lain tentulah perlu energi dan tantangan tersendiri. Di sisi lain, tidak ada alasan bagi perempuan yang tidak bekerja di luar untuk merasa ngga produktif lagi. Karena menjadi Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan dan profesi. Kelak produknya adalah Anak Sholeh. Yang menggaji? Direktur alam semesta ini, Allah SWT. Bayangkan, direkturnya Sang Maha Kaya. Ngga perlu khawatir dengan gaji yang dijanjikannya kepada kita. Bukan soal materi saja, tapi cinta dan ridho Allah di dunia akhirat insya Allah selama seorang ibu ikhlas dan tulus menjalankan profesinya, sepenuh hati.

Di situsnya Institut Ibu Profesional, Ibu Septi Peni menayangkan video tentang gambaran umum menjadi Ibu Profesional, dan saya rangkum di sini inti sarinya.

Sudah kodratnya seorang anak memilki Intellectual curiousity, Creative imagination, Art of discovery, Akhlak mulia. Kalau selama dalam pengasuhan kita, keempat hal itu menurun atau hilang/habis, berarti ada yang salah pada kita sebagai orangtua.

Sudah menjadi fitrah anak:

  1. Homo ludens, yaitu makhluk yang senang dengan permainan dan bermain
  2. Rentang konsentrasi rata-rata anak adalah 1 x usianya
  3. Secara natural, anak adalah makhluk pembelajar
  4. Delapan puluh persen otak anak berkembang di usia 0 – 8 tahun, dan masa-masa keemasan mereka adalah 0 – 3 tahun
  5. Stimulus anak sejak dini akan menentukan karakter anak selanjutnya.

Orangtua, ayah dan ibu, adalah pendidik utama bagi anak-anak. Dalam hal menjadi ibu, perlulah belajar bagaimana menjalani peran ibu secara professional. Bukan sambilan, bukan sampingan. Karena pekerjaan ini adalah pekerjaan penting, membentuk generasi.
Untuk menjadi ibu yang professional, dibutuhkan 4 pilar keterampilan.

  1. Bunda sayang. Bunda mampu mencurahkan perhatian, kasih sayang dalam membesarkan dan mendidik anak. Menerapkan komunikasi produktif, membimbing anak agar memiliki ekspresi kreatif, memberi motivasi, mengajarkan kemampuan akademik dasar (membaca dan berhitung) dengan kasih sayang.
  2. Bunda cekatan. Bunda mampu menjalankan perannya sebagai pengelola keuangan keluarga, dokter dan perawat keluarga, safety riding, mengelola rumah agar nyaman dan elok.
  3. Bunda produktif. Bunda mampu membantu perekonomian keluarga, menjadi komunitas pembelajar, komunitas industry, memberi manfaat bagi lingkungan sekitar
  4. Bunda Shalihah. Bunda mampu menjadi contoh, berkarakter mulia.

Akhlak mulia dibutuhkan dalam:
How to educate children
How to manage family
How to be confidence
How to make continuous improvement

Agar tercapai tujuan membentuk kaum ibu yang professional, perlu:

  • revitalisasi makna ibu
  • adanya pendidikan dan pelatihan bagi para ibu
  • pengembangan saran ibu professional
  • dibentuknya jaringan kemandirian peremuan.
Karena mendidik 1 ibu adalah mendidik 1 generasi.

Ngga perlu menjadi sempurna sebagai ibu, tapi semangat untuk terus memperbaiki diri akan memberi hasil yang lebih baik.
 “Be Professional, Rezeki Follows”

19 Jan 2015

Mbak Ye dan Tumor



Ini kisah nyata. Tentang Mbak Ye (sebut saja begitu).

Saya mengenalnya sekitar setahun lalu. Waktu itu, tetangga rumah saya menawarkan asisten untuk bantu cuci setrika. Kebetulan karena sedang membutuhkan, saya iyakan saja. Mbak Ye inilah yang kemudian bekerja di rumah saya. Sepintas ngga ada yang aneh ketika Mbak Ye datang memperkenalkan diri. Dia mengenakan baju kaos dan celana panjang.

Keesokan harinya, saat mulai bekerja dan dia mengenakan celana pendek, barulah saya melihat ada yang tidak biasa. Pada kakinya, tumbuh benjolan yang cukup jelas terlihat. Saat itu, benjolannya hampir sebesar bola golf.

Saya tanya, kakinya kenapa.

Katanya, ini tumor.

Sudah lama?

Iya. Dulu sudah pernah dioperasi, tapi tumbuh lagi.

Sudah berobat lagi?

Belum. Saya minum herbal aja. Rasanya sakit ngga sekarang?

Iya, kadang sakit, tapi ngga saya rasa.

Saat itu memang kondisinya secara keseluruhan tampak bugar, selain benjolan di kakinya. Dia masih bisa bekerja, mencuci, dan menyeterika sampai 3 pintu. Beberapa kali dia izin ke rumah sakit, untuk periksa menggunakan jaminan kesehatan masyarakat. Sampai akhirnya dia berhenti bekerja dari rumah saya, dan digantikan oleh tetangganya. 

Dari tetangganya yang sekarang jadi asisten saya ini, saya sedikit-sedikit tau kabarnya. Dia bekerja dimana, dan bagaimana kondisinya sekarang. Prihatin juga, demi supaya bisa bekerja, dia terbiasa menenggak minuman berenergi semacam ku****ma setiap pagi tanpa sarapan. Minuman itu buatnya untuk mengatasi badannya yang lemas. Saya ngeri, minuman berenergi itu akan memperparah penyakitnya. Jadi saya pesan melalui asisten saya itu (si Bibi) untuk bilang pada Mbak Ye, tolong berhenti minum minuman seperti itu.

Tapi, siapa yang mau mendengarkan nasihat itu, kalau yang dia butuhkan adalah efek badan berenergi yang langsung terasa. Jadi, tampaknya kebiasaan itu masih dilakukan.

Beberapa waktu lalu, Mbak Ye datang ke rumah saya. Dia mengeluhkan banyak hal. Tentang penyakit tumornya yang semakin membesar, juga tentang suami dan anak-anaknya yang banyak menuntut tapi tidak memberi perhatian pada penyakitnya. Dia sudah berupaya  memeriksakan ke RSU Daerah, tapi pihak rumah sakit mengirimnya ke RS besar di Jakarta. RSUD tidak bisa mengatasi penyakit Mbak Ye karena sudah terlalu parah.

Berbekal berkas BPJS, Mbak Ye sudah berobat ke RS besar tersebut. Singkat cerita, Mbak Ye akan dihubungi kalau pihak RS sudah siap untuk mengoperasi. Katanya masih antri 200 orang. Namun sampai berminggu-minggu Mbak Ye tidak juga dihubungi, hingga sekarang kondisinya ngga bisa jalan. Sejak kedatangannya ke rumah saya, baru terpikir untuk menghubungi Lembaga amil zakat seperti Dompet Dhuafa. Saya ingat DD ada program layanan kesehatan Cuma-Cuma dan rumah sehat terpadu DD. Tapi sampai sekarang saya belum berhasil menghubungi. Entahlah, ada atau tidak kemungkinan bagi Mbak Ye ini untuk mendapatkan bantuan pengobatan atau operasi dari RSTDD, masih sedang diupayakan. Semoga ada jalan buat kesembuhan Mbak Ye.

Aamiin

9 Nov 2014

Belanja Gamis Praktis :)



Lagi kepengen beli baju, tapi males keliling pusat perbelanjaan semacam ITC dan sebangsanya. Lah, terus gimana dong? Sekarang …, masalah kaya gitu, mudah banget solusinya. Tinggal browsing aja di internet. Cari gamis, dress, kaos, atau jilbab segala macam model pasti ketemu.

Jadi itulah yang saya lakukan. Kebetulan deh, pas lagi pingin beli baju, seorang rekan blogger di komunitas KEB sedang ‘syukuran’ membuka kembali butik online nya, Hijaiya.com. Tagline Hijaiya.com bikin saya kepincut: “Jual Gamis Terbaru dan Terjangkau”. Okesip, langsung deh meluncur ke www.hijaiya.com karena penasaran.com.


Cantik Koleksinya, Terjangkau Harganya

Di situs Hijaiya, saya girang banget! Karena beneran, lho, model-model gamis dan busana muslimnya baru-baru tapi juga ngga mahal. Saya pun kepincut dengan salah satu model busana / dress yang ditawarkan.

Bolero Mocca Maxi Dress ini manis banget kelihatannya. Putih berpadu krem. Saya sebetulnya sedang menghindari warna-warna krem, dan mencari warna-warna pastel. Tapi demi melihat dress ini, saya jatuh cinta. Dress berbahan spandex korea yang adem, berwarna mocca, dipadu dengan blazer putih berbahan kaos rayon. Wah, sederhana tapi anggun, ya. Dan ngga perlu repot lagi mencari padanan untuk hijabnya, karena dijual sudah termasuk pashmina. Cantik!

Mudahnyaaa belanja di Hijaiya.com

Iya, mudah banget. Serius! Misalnya butuh info lebih lengkap tentang produknya, mau tanya-tanya via SMS atau whatsapp-an sama ownernya bisa. Tinggal add contact ke 0899-810-4797. Atau kalau udah yakin dengan pilihan yang dilihat di situs onlinenya, bisa langsung belanja online. 
Caranya:

Masuk ke situs hijaiya.com

Pilih model gamis atau busana yang kamu suka. Ada pilihan kategori dress/gamis murah, gamis pesta atau busana kerja muslim.


Klik gambarnya untuk mendapatkan informasi spesifikasi busana


Klik lagi gambarnya untuk melihat lebih jelas detail gambarnyac

Klik ‘beli’ 


Akan terlihat tulisan ‘view cart’, klik.


Untuk mendapatkan potongan harga, masukkan kode yang tercantum di kolom ‘Diskon Langsung’ kedalam kolom ‘Apply Coupon’.

 Akan muncul tulisan 'Coupon Code Applied Successfully'

Scroll down, maka akan terlihat kolom cart totals.

Untuk mengetahui biaya pengiriman, klik tulisan ‘Calculate Shipping’, lalu pilih kota alamat pengiriman. Klik Update totals.

Keluarlah total belanja (setelah diskon) plus biaya pengiriman.

Selanjutnya klik proceed to checkout untuk menuliskan alamat pengiriman. Isi semua kolom alamat dengan lengkap untuk memastikan paket bisa selamat sampai di rumah kita.


Setelah itu, kita bisa melakukan pembayaran dengan cara mentransfer ke rekening yang tercantum di hijaiya.com.

Mudah banget kan?

Nah, udah deh … cocok. Ga perlu lagi keluar duit buat transport untuk ke pusat perbelanjaan. Apalagi, kalau udah keluar itu, pasti adaaa aja biaya tambahannya. Bayar parker, mampir makan di restoran, endebrei, etc. Jadi tambah mahal deh. Hihi… kalau bisa dapat yang murah dengan kualitas yang baik, ngapain cari yang mahal dan ribet?

Maju terus Hijaiya.com. semoga sukses dan makin banyak lagi koleksinya gamisnya  yang cantik-cantik.

http://hijaiya.com/artikel/giveaway-kembalinya-hijaiya/

What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".