4 Okt 2014

Liburan Pintar di Rumah Pintar



Ini logonya Rumah Pintar BSD City.
Hari Jumat kemarin, Zhafi libur. Sekolahnya diliburkan untuk menghormati hari Arafah. Nah… ibunya niiih harus cari cara menghabiskan waktu libur biar anak-anak gak bosen di rumah aja dan ngga ngelirik-lirik gadget.  

Begitu dapat informasi libur, saya langsung tanya sana sini, kemana enaknya ngabisin liburan. Ada teman ngusulin ke Rumah Pintar di BSD City. Ada juga yang nyaranin ke Kuntum Nurseries di Bogor. Mengingat BSD lebih mudah dijangkau, maka jadilah si Ibu ngajak anak-anak ke Rumah Pintar. Kuntum Nurseries sudah dilist untuk jadi tujuan perjalan di liburan berikutnya... :)

Karena rencana ngebolang sama Zhafi dan Hanan ini tidak didukung oleh ketersediaan kendaraan dan supirnya :P..., jadilah kami bertiga naik kendaraan umum andalan. Angkot. Setelah mempelajari medan di Google Maps dibantu petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden…. eh… bapaknya anak-anak, taulah kita mau naik angkot apa.

Lokasi Rumah Pintar
Ternyata …. Mudaaah banget, mencapai lokasi itu dari dari rumah kami di daerah Poris. Cukup naik angkot 2 kali, langsung berhenti tepat di depan lokasi. Tanya arah ke supir angkot juga gampang karena lokasinya strategis. Cukup Tanya, Kolam Renang dan Taman Jajan di BSD City di mana yaa…., pasti udah tau.

Perjalanan naik angkot ke sananya yang lumayan berasa panas dan gerah. Ditambah cara nyetir Pak Supir yang ugal-ugalan, makin lengkaplah rasanya. Gado-gado antara mual, kepanasan, dan sesak. Untung kayanya anak-anak ngga ada masalah… Huff…. Nah begitu sampai di lokasi, dan masuk ke dalam Rumah Pintar, fiuhh…. Rasanya mak nyess demi merasakan udara ber AC membelai kulit.

Jadi.. lokasi Rumah Pintar itu ada di bangunan yang terdapat di area Kolam Renang dan Taman Jajan. Menempati lantai 2, Rumah Pintar ini dibuat nyamaaan banget. Di dalam Rumah Pintar ini, bisa ditemui sentra-sentra seperti sentra permainan edukatif, sentra buku,  sentra kriya, sentra komputer, dan sentra audio visual yang menempati area cukup luas dengan panggung secukupnya di tengah-tengah semua sentra. Pada hari itu, kebetulan ada latihan menari untuk mempersiapkan perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Fasilitas, Pelatihan, dan Sentra Edukasi 
Anak-anak kemarin enjoy beneerr di sentra permainan edukatif. Macam-macam permainan seperti puzzle, balok, block, mainan dapur mini, bisa dimainkan di sana. Mereka berdua betah di dalam sana, sementara Si Ibu asyik ngobrol dengan seorang ibu yang juga menemani anaknya di situ.

Buku-buku di sentra buku juga lumayan menggoda untuk dibaca. Ada banyak pilihan buku, di antaranya buku cerita dan pendidikan untuk anak-anak, buku-buku keterampilan, budi daya tanaman, dan buku-buku sumbangan dari Ibu Ani Yudhoyono.

Tanya-tanya sama seorang ibu yang jadi staf Rumah Pintar, ternyata di sini pun aktif diselenggarakan pelatihan-pelatihan yang sasarannya untuk anak-anak dan ibu-ibu. Setelah mengisi formulir keanggotaan yang tanpa dipungut biaya apapun, anak-anak atau ibunya boleh memilih pelatihan yang ingin diikuti. Untuk anak-anak ada menari, melukis, komputer, dan bahasa Inggris (Fun English). Untuk ibu-ibu, pelatihannya lebih ke kreasi daur ulang dan sablon kaos.

Wahh… tertarik banget ikut pelatihan kreasi daur ulang. Sayang bukan di akhir pekan, jadi mungkin belum bisa ikutan saya. Karena lokasi lumayan jauh dan si Ibu ini masih jadi petugas tetap jemputan si Sulung.

Pelatihan-pelatihan itu ada jadwalnya masing-masing setiap  minggu. Dan setiap hari pasti selalu ada kelas pelatihan. Yang mengikuti biasanya anak-anak atau ibu-ibu yang memang tinggal tidak jauh dari Rumah Pintar. Tapi ketika akhir pekan (hari Sabtu), pengunjungnya juga berasal dari tempat-tempat yang lumayan jauh. Ada juga yang dari Bogor. Ngga heran kalau hari Sabtu pengunjungnya bisa sampai 100 – 200 orang. Woow…
 

Sst… sebenernya ada Wifinya juga loh, tapi tanya dulu passwordnya sama staffnya yaa.. 


Fun With Kids Without Gadget (I mean ... at all)
Lumayan lega juga bisa ngajak anak-anak kesini. Mengenal tempat baru. Dan walaupun jauh, ngangkotnya gampang. Jadi bawa anak-anak pun fun-fun aja. Malah pas perjalanan pulang, krucils pada tidur dengan nyenyaknya di angkot. *Untung angkotnya juga sepi.

Wah… seruuu bangetlah ngebolang bertiga ke Taman Pintar.  Sayang, karena saya ngga bawa kamera, dan hape saya ngga ada kameranya (kebayang jadulnya yaa), ngga bisa foto-foto deh. Yang tinggal di daerah Tangerang, mbok ayooo kalau liburan bosen ke mall, ke Rumah Pintar bisa jadi alternatif kan yaa :)

Sumber gambar: www.republika.co.id

12 Sep 2014

Camping Seru Bareng Anak-Anak



Bulan Desember tahun 2013 lalu, kami sekeluarga berkesempatan mengikuti kegiatan camping bersama komunitas camping Sekolah Alam Tangerang SAT. Komunitas yang kemunculannya bermula dari minat guru dan orangtua siswa SAT pada kegiatan camping di alam terbuka. Kegiatan rutin komunitas ini adalah setiap liburan semester mengadakan camping di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Jawa Barat. Ini adalah area perkemahan yang terletak di kaki Gunung Pangrango. Kegiatan ini sudah berlangsung rutin selama beberapa tahun, dan tahun ini adalah tahun pertama kami sekeluarga bergabung. Siapa saja yang berminat boleh ikut, bahkan kalau mengajak keluarga lain di luar keluarga Sekolah Alam Tangerang pun sangat dibolehkan.


Yang pasti, buat Zhafi dan Hanan, ini adalah kegiatan camping yang pertama kalinya. Pertama kalinya, kedua bocah itu bermalam di alam bebas. Pertama kalinya kedua bocah itu menikmati udara pegunungan dan AC alam yang super dingin di malam hari.  

Berangkat Jumat malam jam 10. Menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, tibalah kami di bumi perkemahan Mandalawangi hari Sabtu dini hari sekitar pukul 3 pagi. Suasana gelap tanpa penerangan (karena belum dipasangi lampu) begitu memasuki area perkemahan. Namun terdengar suara desisan yang ternyata adalah suara air sungai. Memang lahan perkemahan yang kami tempati itu dekat sekali dengan sungai berbatu yang airnya mengalir deras. Kami baru bisa menikmati keindahannya pagi harinya, ketika sudah terang.

Pagi hari tiba… mata disegarkan dengan pemandangan indahnya Gunung Pangrango yang disinari cahaya matahari pagi yang masih kemerahan (sayang lupa difoto). Plus pemandangan sungai tadi. Baru beberapa keluarga saja yang datang, yaitu kami, dan dua keluarga lain.
Agak siang, mulailah ramai berdatangan keluarga-keluarga lainnya.

Hal menarik yang dilakukan selama di sana adalah main air atau mandi di sungai berbatu yang airnya bening dan dingin. Itu kegiatan favorit anak-anak pastinya. Sehari, bisa berkali-kali anak-anak bikin basah bajunya sampai kehabisan baju karena main di sungai.

Bumi perkemahan ini memiliki beberapa area perkemahan. Ada blok Komodo, blok Danau, blok Kaliandra, dan beberapa area lainnya. Blok Komodo lokasinya berbukit-bukit dan tidak rata. Dinamakan Blok Komodo karena letaknya dekat dengan replika patung komodo. Blok Danau terletak di dekat danau Mandalawangi, dengan areanya yang datar, cocok untuk camping rame-rame, sehingga bisa mengadakan game-game seru bersama. Dan blok Kaliandra, yang areanya teduh karena ditumbuhi banyak pohon Kaliandra.

Menjelang makan siang, aku ikut membantu menyiapkan makanan seperti sup dan gorengan. Ternyata selama aku berkutat di dapur umum, ayahnya mengajak Zhafi dan Hanan jalan-jalan menjelajahi kawasan perkemahan, hingga ke air terjun. Sayangnya, karena aku tidak ikut, aku ngga bisa menggambarkan pemandangan air terjun di sana.

Malam hari, hawa dingin semakin terasa. Si sulung yang alergi dingin mulai bersin-bersin hingga mengeluarkan air mata. Sementara si bungsu, dengan mengenakan jaket, celana panjang, dan kaos kaki bisa segera tidur dengan nyenyaknya tanpat bangun sekalipun.

Keesokan harinya kami berempat penasaran melihat rumah yang katanya rumah pohon. Untuk mencapainya, kami harus menyusuri jalan setapak menembusi pepohonan. Memang rumah pohon itu ada di area hutan. Sampailah kami di rumah pohon, yang rupanya adalah beberapa bangunan seperti rumah dari kayu. Ada papan nama bertuliskan "Rumah Hutan Selaras" Sepertinya dulu rumah pohon ini direncanakan untuk semacam penginapan. Tapi kemungkinan tidak laku disewa karena letaknya yang terlalu jauh di dalam hutan. 
Salah satu bangunan rumah kayu di Rumah Hutan Selaras
Danau Mandalawangi

Di sini, terdapat juga Danau Mandalawangi. Di danau itu, kita bisa berperahu. Kami berempat mencoba pengalaman berperahu dayung. Ibu, Ayah, dan Mas Zhafi yang mendayung, sementara Hanan duduk manis menikmati pemandangan sekitar danau.
Mendayung perahu, latar belakangnya area perkemahan

Menjelang makan siang, kami mulai berkemas-kemas. Setelah makan siang, kami berpamitan dengan keluarga lain dan beranjak meninggalkan bumi perkemahan…  Pengalaman mengasyikkan dan seru buat kami dan anak-anak. We’ll be back next year, in syaa Allah.


Kue Tradisional Itu Bernama Bolu Kemojo


Bolunya ngga sempet difoto, jadi bole minjem di mari :)
Beberapa waktu lalu, tetangga mengirimi saya oleh-oleh berupa makanan khas Pekanbaru, Riau. Namanya Bolu Kemojo. Jadi nambah perbendaharaan kue tradisional nusantara, yaitu bolu kemojo. Gara-gara dikirimi kue ini, jadi terinspirasi membuat tulisan di sini. Kue bolu ini dikemas dalam kotak seukuran buku novel Ahmad Fuadi…. (he, he, cuma itu yang terlintas untuk menggambarkan ukuran kemasannya).

Ada yang sudah pernah coba, atau paling tidak sudah tahu bolu kemojo itu? Saya sendiri baru sekali itu mengetahui ada makanan asli Pekanbaru bernama bolu kemojo. Padahal, dulu waktu kecil sempat juga saya tinggal selama 2 tahun di sana. Yaa… sekitar tahun 1987-1989. Dulu makanan khas dari kota itu sepertinya tidak ada yang cukup booming. Mungkin juga karena waktu itu saya masih kecil ya, masih SD kelas 1, jadi belum eksis kemana-mana sayanya. :D #sekilasinpoh

Pekanbaru pada masa itu adalah kota kecil yang baru mulai berkembang. Belum ada plaza sama sekali. Hehe, iya, saya membandingkan dengan Jakarta, karena sebelum pindah ke Pekanbaru, saya tinggal di Jakarta selama 3 tahun yang mana di sana udah mulai bermunculan plaza-plaza. #masihsekilasinpoh

Hmm... kembali ke Bolu Kemojo. Jadi, ketika saya membuka kotak kemasan bolu Itu, saya mendapati kue yang lebih mirip kue bantat. Padat. Ternyata memang kue ini tdak  memakai bahan tambahan apapun seperti pengembang atau pelembut. Bahan-bahan kue ini hanya tepung terigu, santan, telur, margarine, gula, dan vanili.   

Tetapi walaupun seperti kue bantat, rasanya jangan ditanya. Enak, legit, yummy lah pokoknya….
Kue ini populer diperjualbelikan secara komersil mulai tahun 1998. Awalnya dibuat hanya untuk konsumsi keluarga, tapi lama kelamaan, kue ini menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru. Nama kemojo artinya kamboja, berasal dari bentuk kue ini yang umumnya berbentuk bunga kemboja. Ya… berarti kalau cetakan bolu ini pakai bentuk lain, silakan diganti saja namanya yaa…

Untuk resepnya, saya ngga tulis di sini, karena saya juga belum pernah bikin. Jadi, maaf ni… monggo googling saja ya :P.

31 Mei 2014

London, England.... Checked!


Langit gelap, dan pramugari sudah mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat sebentar lagi. Saya melongok ke jendela, dan sudah tampak hamparan pemandangan penuh lampu gemerlap kota London. Beberapa menit kemudian, terasa dan terdengar roda pesawat beradu dengan landasan. Hati saya berdebar-debar... Saya di London! Sebentar lagi kaki ini akan menapak di daratan di sebuah negara bernama Inggris, negeri yang sejak dulu menjadi tujuan impian saya. Akhirnya, pesawat mendarat sempurna di Bandar Udara International Heathrow.

Segera saja saya mengikuti penumpang lainnya keluar pesawat, menyusuri Bandara, menyelesaikan segala macam administrasinya, dan terakhir setelah bagasi di tangan, saya mencari-cari kendaraan yang bisa membawa saya ke ke hotel yang kutuju. 

Sesampainya di hotel, saya membuka catatan tentang tempat-tempat yang akan saya datangi besok. Tidak sabar rasanya, untuk segera mengunjungi tempat-tempat istimewa yang menjadi landmark kota ini.
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari sudah pagi. Udara sejuk cenderung dingin. Saya memakai baju hangat dan segera saja keluar hotel. Hmm.... Saya ingin segera melihat istana impian itu, Buckingham Palace.  
Istana Buckingham, kediaman keluarga kerajaan Inggris
Buckingham Palace atau Istana Buckingham, tempat kediaman keluarga kerajaan Inggris. Bangunan ini menjadi pusat keramaian Inggris untuk acara-acara kenegaraan, acara hiburan, dan acara jamuan makan untuk tamu undangan. Beberapa bagian dari bangunan ini dibuka untuk pengunjung umum. Wuah... keren sangat bagian dalam interiornya. Bangunannya yang sangat klasik, megah, membuat saya membayangkan kerajaan seperti di dongeng-dongeng khayalan. Hari itu saya habiskan untuk menelusuri Istana Buckingham.

Hari kedua, saya ingin melihat kota London dari atas. Hm.. dan saya tahu harus apa. Menaiki London Eye... bangunan seperti wahana Bianglala di Dufan ini memiliki ketinggian sampai 135 meter berfungsi sebagai roda pengamatan sekaligus wahana wisata.  Bangunan ini berbentuk seperti roda dengan 32 kapsul-kapsul yang dapat mengangkut manusia, sehingga kita yang menaikinya dibawa berputar secara vertikal. Sampai di titik tertinggi, kita bisa melihat kota London yang indah dan menawan itu. 
London Eye, roda pengamatan tertinggi saat ini



Kapsul penumpang London Eye

Hari ketiga, saya tekadkan untuk pergi ke Liverpool mengunjungi Beatles Story, museum yang menyimpan aneka ragam tentang Beatles. Grup band legendaris asal Inggris ini siapa sih yang tak kenal. Saya pun menyukai lagu-lagunya. Termasuk Obladi Oblada yang seakan mengingatkan saya akan kenangan masa kecil, saat bapak dan ibu suka memutarkan lagu ini ketika bermain.

Beatles Story, Museum Beatles


Hari ke empat, saya ingin juga menyempatkan berjalan-jalan di Wesminster Abbey. Gereja yang juga menjadi salah satu landmark di kota London. Gereja yang juga bernama The Collegiate Church of St Peter ini, adalah tempat penobatan Raja dan Ratu Inggris, sekaligus juga tempat pemakaman mereka. Karena nilai sejarahnya yang tinggi, tempat ini termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh Unesco.  
Westminster Abbey, situs warisan dunia

Ah... seru juga ya, bisa berselfie ria di Trafalgar Square, suatu area publik terbuka yang fungsinya mirip alun-alun atau taman kota ini. Tempat yang menjadi tempat berlangsungnya aneka festival, event yang cukup penting di London. Sayangnya, kali ini sedang tidak ada event apapun di Trafalgar.
Ah.... terakhir, kunjungi King’s Cross Station. Pasti penggemar Harry Potter pada tahu deh, kalau di sinilah terletak ‘Platform 9 ¾’ untuk naik kereta Hogwarts Express... Hehe, ya, bukan beneran sih, tapi sekarang kalo sekedar mau foto aja bisa, berpose seakan mau menembus dinding. 
Platform 9 3/4 nya Harry Potter di King's Cross Station

Eh... tapi... kok saya penasaraaan bener yaa... siapa tau beneran bisa nembus dinding di ‘Platform 9 ¾’. Hmmm harus dicoba nih.... mumpung ngga ada yang lihat... 1... 2... 3... Jedukkkk....

Blugh... aduhh... badan terasa sakit semua. Ternyata oh ternyata.... saya terjatuh di lantai. Dan ternyata... itu semua tadi... London Eye tadi.... Istana Buckingham tadi... dan .. dan... segala hal tentang London tadiih... Cuma mimpi...? Ahhh... tidak!

Tapi... semoga mimpi itu bisa jadi kenyataan. Ada kesempatan bagus nih dari Mister Potato. Karena Mister Potato mau nerbangin satu orang yang beruntung ke Inggris, dan tur selama 7 hari di sana, dibayarin semua. Hmm... semoga, ini kesempatan buat saya. 

Kenapa saya harus pergi kesana?
Karena saya sudah mimpi sampai segitu lengkapnya...(hihihi... mimpinya beneran, tapi ngga selengkap itu sihh...).

Tapi, kalau serius mau tahu kenapa (hmm), buat saya pergi ke Inggris itu adalah salah satu wishlist yang sejak masih kuliah pengen banget saya wujudkan. Dan belum pernah bisa saya ceklist, karena belum kesampaian. 

Kenapa saya pengen ke sana?
Pertama, karena, saya suka baca buku, dan beberapa penulis-penulis terkenal yang bukunya karyanya saya suka atau pernah saya baca, banyak yang berasal dari negeri ini. Sebut saja beberapa penulis yang karyanya mendunia Charles Dickens, Alfred Hitckcok, William Shakespear, JK Rowling,  Enyd Blyton, dan Agatha Christie.

Kedua, saya suka dengan aksen Bahasa Inggrisnya orang Inggris yang khas. Menurut saya, aksen orang Inggris itu elegan... J. Jadi, saya bakal seneng banget kalau bisa bercakap-cakap langsung sama orang Inggris sana. 

Hal lainnya adalah, karenaaaa, saya pengen bisa jalan-jalan di tempat-tempat yang menjadi landmark negara Inggris, khususnya yang berada di London.

Terus, meski saya ngga suka bola, tapi ngga bisa dipungkiri lagi, kalau olahraga bola di Inggris itu melahirkan banyak bintang yang mendunia juga. Jadi, saya pengen ngintip tuh, stadion klub-klub bola di Inggris.
Ini habis mimpiin Inggris... :D


Itulah kenapaaa, saya harus pergi ke Inggris.
Semoga bisa diwujudkan melalui Mister Potato yaa.... Colek dulu Mister Potatonya :)



Sumber Gambar:
twicsy.com
travelwithkat.com
london.wikia.com
www.toursandevents.com
travel.allwomenstalk.com 
www.the-magician.co.uk 

23 Mei 2014

Play Dough Time!

Tau kan mainan lilin atau pastisin? Iya, mainan yang berbentuk adonan elastis yang bisa dibentuk-bentuk sesuka hati.

Dengan mainan ini, kita dan anak-anak bisa bereksplorasi membuat bermacam-macam bentuk dari mulai binatang, bangunan, ataupun bentuk-bentuk makanan. Mainan ini biasanya juga jadi ajang permainan pura-pura. Mainan restoran-restoran-an, mainan masak-masakan, chef-chef-an. Hihi, apa aja yang berbau masak-memasak. Karena gampang banget membentuk beraneka macam makanan dari plastisin ini.

Nah, semakin kesini, semakin disadari kalau bahan dasar plastisin itu cukup bahaya juga ya bagi anak. Yang namanya anak kecil, kan bisa aja ngga sengaja masuk ke mulut. Atau sehabis memegang plastisin, tangan masuk mulut. Karena itu, sekarang lebih aman memakai play dough. Play dough ini menggunakan bahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan garam, air, minyak, dan pewarna makanan. Jadi cukup aman bagi anak-anak.

Mengajak anak bermain play dough ini banyak manfaatnya.

Melatih kreativitas dan imajinasi
Anak-anak bisa membentuk aapppaaa saja dengan play dough ini.

Melatih keterampilan motorik halus dan mengenalkan tekstur
Bagi anak-anak balita, cocok sekali main ini. Karena membentuk adonan ini membuat menggerakkan seluruh jari dan tangannya sehingga lebih kuat sekaligus luwes. 

Media berekspresi
Bermain dengan play dough membuat anak bisa bebas mengekspresikan apa saja yang dia pikirkan, rasakan, melalui bentuk-bentuk yang dibuatnya. Tidak ada salah atau benar ketika bermain. Yang terpenting adalah anak merasakan keasyikan dalam bermain.



Media Belajar
Belajar huruf, angka bisa lebih asyik juga lho dengan playdough. Terutama untuk anak yang modalitas belajarnya kinestetik. Di blog lain, saya temukan ada yang membimbing anaknya mengenal pulau-pulau di Indonesia menggunakan media ini. Seru, anaknya jadi lebih mudah ingat.

Seru dan mendidik  kan yaa, bermain dengan playdough...


Untuk membuat play dough sendiri di rumah, bahan dan caranya mudah sekali.
Bahan:
1 gelas  tepung terigu
1/2  gelas air
1 sdm minyak sayur
pemawarna makanan
1 gelas garam (untuk pengawet)

Cara membuatnya:
1. Campur air, garam, minyak, dan pewarna
2. Masukkan tepung terigu, lalu uleni sampai merata.
3. Supaya adonan wangi dengan disenangi anak-anak, bisa tambhkan esens atau aroma makanan
4. Uleni terus sampai adonan kalis.
5. Siap digunakan.

Happy Playing with dough !!

22 Mei 2014

Penerapan EFT / SEFT untuk Keterlambatan Bicara

Saya sedang memberdayakan keterampilan SEFT/EFT yang pernah saya pelajari.

Tadi malam, saya coba untuk mentapping masalah speech delay Hanan. Saya tapping diri sendiri dulu. Ya, saya akui ada rasa stress, frustrasi, dan ketakutan yang menghantui karena masalah keterlambatan bicara yang dialami Hanan. Saya mencoba belajar dari video. Di you tube, ada banyak yang bisa saya contoh dan aplikasikan. Salah satunya, video di bawah ini, yang kalimatnya sudah mewakili apa yang saya rasakan. Ketika melakukannya untuk putaran pertama hingga ketiga, saya sampai menangis, karena apa yang disampaikan Elisabeth dalam kalimat tappingnya adalah hal yang memang saya rasakan, dan tidak sulit untuk segera masuk (tune in) dalam emosi yang disebutkan oleh Mrs. Pasquale ini.  Saya melakukan tapping ini sebanyak 4-5 putaran. Sampai saya merasakan tidak ada lagi rasa stress, frustrasi, dan perasaan terbebani dengan masalah speech delay Hanan. Ketika perasaan itu sudah ternetralisir, berarti satu masalah in syaa Allah sudah terselesaikan.  



Lalu, yang perlu dilakukan adalah mentapping Hanan untuk masalah speech delaynya. Elizabeth mengatakan, ibu bisa menempatkan diri sebagai anak yang bermasalah itu. Misalnya saya, seolah menjadi Hanan, dan saya mentapping diri sendiri seolah Hanan yang mentapping dirinya sendiri, dengan mengeluarkan semua yang mungkin dirasakan Hanan dalam hidupnya. Kita tentu sebagai ibu, bisa merasakannya.

Seperti ini contohnya:


Di video tersebut, Elisabeth seolah menjadi ibu, yang memiliki anak dengan keterlambatan perkembangan. Dan ibu tersebut memposisikan dirinya sebagai anaknya, masuk ke dalam emosi yang dirasakan anak selama hidupnya dengan masalah keterlambatannnya.
EFT ini, dilakukan beberapa putaran.

Saya mencoba menerapkan EFT seperti di atas untuk 1 putaran. Lalu saya mencoba browsing lagi di google dengan kata kunci EFT for kids with speech delay, dan menemukan link ke theamt.com. Ada salah satu contoh menarik yang bisa saya ikuti. Seorang ibu mentapping anaknya yang terlambat bicara secara rutin 2 kali sehari ketika anaknya tidur. Kalimat tappingnya kurang lebih diartikan seperti ini:
" Walaupun Karan (nama si anak) belum bicara dengan baik dan lancar, mulai sekarang Karan memilih untuk bicara dengan baik dan lancar"

Tadi malam saya mencoba melakukannya ke Hanan, dan pagi ini dia terlihat lebih cerewet dari kemarin. :D. Wallahu a'lam. Sekarang Hanan sedang tidur, saya sudah mentappingnya lagi tadi, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi jalan bagi Hanan untuk bisa mengembangkan keterampilan bicaranya....

What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".