15 Apr 2012

Peluang Bisnis

Peluang Bisnis Buat Anda Yang Ingin Benar-Benar Berhasil

peluang-bisnis, target umum Banyak peluang bisnis bertebaran menawarkan keuntungan cepat dan berlipat. Tapi bersikap hati-hati dalam menentukan pilihan peluang bisnis sangat perlu. Paling tidak, persiapkan mental Anda karena memulai bisnis dalam peluang bisnis apapun butuh investasi waktu, pikiran, dan mungkin uang (bisa besar atau kecil, tergantung) terutama di awal-awal menjalankannya. 

Banyak yang tergiur dengan peluang bisnis yang menjanjikan kaya dengan cepat, tapi kemudian kecewa dan berhenti karena tidak menduga betapa banyak rintangan atau tantangan yang harus dihadapi. Padahal, peluang bisnis apapun, betapapun menggiurkannya, jika dijalankan sambil setengah lalu, atau malau dicuekin,  tetap saja tidak menghasilkan atau mati enggan hidup tak mau. 

Itulah pentingnya mental pengusaha, mental entrepreneur, mental tahan banting, mental tidak berputus asa, bersabar, optimis, dan banyak berdoa penting dimiliki oleh siapapun yang sedang menjalankan usaha.

Bagi pemula, lebih baik memilih peluang bisnis yang memiliki sistem pemasaran yang mudah diikuti dan dibimbing oleh mentor. Lebih baik pula jika pebisnis pemula mengikuti banyak training yang memberikan pembelajaran dari mulai membentuk mental optimis, bagaimana berpromosi, bagaimana memasarkan, bagaimana membina hubungan baik dengan pelanggan, karyawan, dan partner kerja. 

Anda ingin tahu banyak tentang peluang bisnis yang cocok untuk pemula?

Peluang bisnis yang saya tawarkan ini layak Anda ikuti, karena
  1. Modal awal relatif kecil
  2. Biaya operasional relatif kecil 
  3. Dijalankan secara online, karena terdapat fasilitas pendukungnya yang sangat lengkap
  4. Memberikan peluang penghasilan yang terus meningkat
  5. Peluang mendapatkan reward berupa jalan-jalan gratis ke luar negeri dan mobil idaman
  6. Sudah ada mentornya, yaitu leader yang selalu memberikan aneka training-training secara gratis, yang bisa diikuti secara online maupun offline. Termasuk ahli di bidang internet marketing
  7. Aneka training gratis (termasuk belajar internet marketing) untuk mengoptimalkan usaha Anda mengembangkan bisnis
  8. dan banyak kelebihan lainnya.
Jika Anda ingin benar-benar berhasil memiliki bisnis yang memberi imbal hasil yang baik, segera dapatkan informasi lengkap peluang bisnis nya di SINI.
Atau kontak saya via E-MAIL

17 Feb 2012

Koleksi Bandana / Ciput Faira

bandana BN 161




Rp 30.000
Bahan kaos spandek dengan aplikasi bordir jahit yang memukau












bandana BN 160












Rp 30.000
bahan kaos spandek dengan aplikasi bordir jahit






bandana BN 143













Rp 30.000
bahan kaos spandek dengan aplikasi bordir jahit














bandana BN 174






Rp 30.000
bahan kaos spandek dengan aplikasi bordir jahit















bandana BN 175





Rp 30.000
bahan kaos spandek dengan aplikasi bordir jahit















Bandana BN 144


Bandana BN 145






















Bandana BN 146





















3 Feb 2012

Resep - Ayam Kayu Manis

Saya bukan jago masak, tapi lumayan lah bisa dikit-dikit... :)
Ini resep didapet di waktu pagi. Niat bikin semur tapi ternyata kehabisan kecap. Sudahlah pakai bumbu yang ada saja, cemplang-cemplung, eh...enak juga :)

Bahan:
1 ekor ayam (pilih yang pejantan, jangan broiler ya)
8 butir bawang merah yang kecil
1 siung bawang merah besar atau 1/4 bawang bombay
kayu manis sedikit aja
1 blok gula jawa
1 lebar daun salam
garam secukupnya

Cara memasak:
1. Rebus ayam setelah setengah matang, air dibuang dan ganti dengan air baru
2. Setelah mendidih, masukkan bawang-bawang, garam, dan daun salam. aduk-aduk.
3. Masukkan gula, dan kayu manis. Lalu biarkan mencair gulanya.
4. Masak sampai ayam empuk
5. Sajikann ...

Kenapa pilih ayam pejantan. Kalau beli di su**rin*o, ada tuh ayam pejantan negeri. Kelihatan ngga terlalu montok. Jadi kemungkinan lemaknya juga ngga banyak. Beda sama broiler yang memang keliatan gede, tapi juga banyak lemak dan rada parno juga sama kolesterolnya. (only my two centes)

Kalau ada yang mau coba, silakan ya...kasih masukan juga gimana supaya lebih sedep lagi rasanya (selain dengan vetsin tentunya ^^)

25 Sep 2010

Sikap Orangtua yang Salah

Kepercayaan diri yang dimiliki seseorang tidak tumbuh dalam semalam. Kepercayaan diri terbentuk akibat interaksi dari kapasitas pribadi dengan lingkungan. Elemen yang berperan penting untuk pembentukan kepercayaan diri adalah lingkungan yang paling pertama ditemuinya dalam kehidupannya. Yaitu rumah (red: keluarga atau pengasuh atau orang tua), baru kemudian lingkungan masyarakat atau sekolahnya.

Dorongan positif dari keluarga atau dalam pengasuhan sangat diperlukan dalam proses pembentukan rasa percaya diri yang permanen. Memberi dorongan adalah suatu seni, bukanlah teknik yang baku, tapi bisa dilatih. Ada batasan-batasan atau panduan garis besar dalam memberikan dorongan yang tepat dan efektif untuk anak. Tapi memberi dorongan kepada anak merupakan sebuah seni tersendiri. Butuh sedikit kreativitas selain juga orangtua harus juga mengerti karakter dan sifat si anak.

Namun seperti yang ditulis oleh Dorothy Law Nolte dalam bukunya "Children Learn What They Live", ada 4 hal yang mungkin sering dilakukan para orang tua pada umumnya yang justru tidak mendukung terbentuknya rasa percaya pada kemampuan dirinya.

Yaitu:
1. Mementingkan hasil, bukan proses belajar.
Orang tua ingin melihat anaknya memperoleh hasil yang bagus. Seringkali kemudian orang tua terdorong untuk membantunya secara langsung. Padahal bukan itu yang dibutuhkannya (walau mungkin saat itu dia menginginkannya). Tetapi seorang anak sedang mengetes kemamppuannya sendiri dan biarkan dia berpikir bahwa ia bisa melakukannya. Dia perlu membangun keyakinan bahwa ia bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ingin dia lakukan.

2. Berkata "Coba saja kamu lakukan".
Pernyataan ini tidak memacu anak untuk menyelesaikan pekerjaan yang mereka mulai, karena tuntutan dari orang tua hanya mencoba. orang tua perlu menuntun mereka untuk memberikan usaha terbaiknya dalam melakukan sesuatu. Sehingga doronglah anak dengan pernyataan "Lakukan yang terbaik".

3. Bersikap protektif terhadap anaknya.
Orang tua bersikap protektif untuk keselamatan fisik dan psikologisnya. Tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja anak perlu diberikan pengalaman untuk merasakan semua perasaan negatif sejauh itu sesuai dengan kemampuan dirinya. Biarkan anak merasakan kegagalan dan belajar bagaimana mengatasinya. Orang tua yang kemudian memastikan bahwa akan selalu mendampinginya di saat anak sedang berjuang mengatasinya.

4. Orang tua menentukan cita-cita yang harus diraih anaknya.
Mungkin karena kegagalan orang tua meraih keinginannya di masa lalu, membuat orang tua menaruh harapan terlalu besar pada anaknya untuk bisa menggantikannya. Jika terlalu memaksakan kehendak pada anak, mungkin saja anak akan merasa frustrasi. Orang tua perlu membukakan wawasan bagi anak dan memberi ruang seluasnya bagi anak untuk menentukan visinya sendiri.

3 Mar 2010

Pengalaman Pertama Anak Masuk Sekolah


Pengalaman memasuki dunia pra sekolah untuk pertama kalinya bagi setiap anak bisa berbeda. Beberapa anak ada yang dapat dengan mudah menyesuaikan diri bergabung dengan guru dan anak-anak lain, sementara banyak anak yang merasa tidak nyaman atau takut dan butuh waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri.

Ini adalah bagian dari keunikan setiap anak. Beberapa anak ada yang memiliki temperamen ceria atau, sebaliknya, temperamen pemalu yang dibawa sejak lahir. Tanpa perlu merasa terpaku dengan 'garis takdir' itu, yang terpenting buat orangtua untuk disadari adalah bagaimana orangtua mengenalkan situasi sekolah pada si anak dengan benar.

Situasi sekolah yang cenderung lebih formal, dengan kegiatan terjadwal bersama, dan adanya orang-orang 'asing' di sana, adalah hal yang sama sekali baru untuk si anak usia 3-5 tahun. Orangtua atau pengasuh perlu memperkenalkan situasi baru ini kepada anak secara bertahap. Untuk anak yang 'outgoing', orangtua bisa menungguinya di sekolah selama 3 hari atau kurang, untuk memberi waktu bagi si anak merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

Tetapi beberapa anak butuh waktu lebih lama untuk merasa nyaman. Bersabarlah dan berikan tambahan waktu buatnya. Sambil terus meyakinkannya bahwa sekolah, teman, dan guru adalah tempat bermain yang menyenangkan. Pahami dan sadari juga, bahwa perasaan orangtua juga berpengaruh pada perasaan anak. Jika orangtua merasa cemas dan takut anaknya tidak mampu menyesuaikan diri di lingkungan sekolahnya, anak akan dapat melihat dari ekspresi orangtuanya, dan berpikir sekolah adalah hal yang menakutkan. Kalau sudah menyadari hal ini, orangtua perlu mengingat kembali bahwa setiap anak unik dan mempelajari sesuatu dengan kecepatan mereka masing-masing, termasuk belajar bersosialisasi. Selama orangtua memberi pemahaman dan keyakinan yang benar pada anak tentang betapa menyenangkannya sekolah, lambat laun anak akan merasa nyaman untuk memulai hari-harinya di sekolah playgroupnya.


Foto: bradford.gov.uk/bmdc/education_and_skills/pre-school_learning/

24 Feb 2010

Anakku Pemalu


Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang berani, aktif, dan punya banyak teman. Tapi tidak sedikit orangtua yang gelisah menghadapi sifat anaknya yang kurang berani dan malu-malu bertemu dengan orang lain selain orangtua atau pengasuhnya.

Sebelum ibu atau ayah mengalami kegelisahan yang berlarut-larut sehingga malah salah menghadapi si anak, ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak terlihat pemalu.

Ada beberapa pendapat ahli yang menyatakan, bahwa salah satu penyebanya adalah faktor temperamental atau bawaan si anak. Temperamen pemalu biasanya sudah bisa terlihat sejak usia bayi, ia akan menghindari tatapan mata, mudah menangis bila berada di suasana baru atau bersama orang yang baru dikenalnya. Temperamen pemalu ini mungkin saja disebabkan oleh pengalaman pra natal, yaitu ketika ibu mengandungnya, ibu sering mengalami suasana hati dan emosi yang mudah cemas, khawatir, dan menutup diri. Meskipun ini belum dibuktikan secara ilmiah, tapi selalu disarankan kepada ibu hamil untuk selalu menjaga suasana hatinya agar merasa tenang dan tidak mudah merasa tertekan.

Di luar faktor temperamen bawaan, penyebab yang pasti adalah faktor lingkungan. Jika sejak kecil anak tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang selain orangtua atau anggota keluarga di rumahnya, anak akan kesulitan untuk bisa belajar bagaimana bergaul dengan oranglain. Orangtua yang jarang memberikan penghargaan pada anak, atau keluarga yang kerap kali mengolok-olok dan tidak peka pada perasaan anak juga dapat membuat anak menjadi pemalu, apalagi ditambah labelling dari lingkungan keluarganya yang mencapnya sebagai anak pemalu. Label anak pemalu yang terus menerus dilekatkan kepadanya justru membuat anak tumbuh besar dengan meyakini dirinya memang pemalu dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya.

Lalu bagaimana orangtua menghadapi anak yang pemalu?

Jika sifat pemalu adalah temperamen bawaan, orangtua tidak perlu khawatir sifat itu akan melekat selamanya. Bagaimanapun, peranan orangtua dan lingkungan sangat besar. Dengan penanganan yang tepat, anak bertemperamen pemalu dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri. Pada dasarnya, mengatasi sifat pemalu yang terpenting adalah
  1. Memberi ruang dan kesempatan seluasnya bagi anak untuk bertemu dengan banyak orang selain orangtua. Mengajak berkunjung ke rumah saudara, terutama yang memiliki anak-anak, atau mengundang anak-anak tetangga atau teman-teman playgroup/TKnya kerumah, atau pergi bersama beberapa teman kecilnya ke tempat rekreasi.
  2. Jangan pernah menyebutnya anak pemalu di depannya. Label negatif yang didengarnya terus menerus akan membentuk konsep dirinya menjadi negatif pula.
  3. Orangtua adalah tempat berlindung pertama dan utama bagi anak. Rasa aman yang diberikan orangtua pada anaknya ketika ia bayi menjadi dasar terbentuknya rasa percaya terhadap orang lain. Selama anak tumbuh, tetap tunjukkan rasa cinta tanpa syarat dan penghargaan yang sesuai baginya, akan membantunya memunculkan rasa berharga pada dirinya dan percaya diri ketika berhubungan dengan orang lain.
  4. Menjadi model bagi anak. Orangtua perlu menjadi model yang percaya diri sehingga akan mudah ditiru oleh anak.
  5. Kenali potensi yang dimiliki anak, dan berikanlah ruang baginya untuk menyalurkannya. Anak pemalu memliki emosi yang kuat ketika ia mencapai keberhasilan.


30 Okt 2009

Perkembangan Aspek Psikologis Anak Usia 2-3 Tahun

Di satu fase saat seorang anak terlepas dari status BAYI dan memasuki fase kanak-kanak, yaitu saat anak sudah dapat melakukan beberapa tugas sederhana dengan kemampuannya sendiri tanpa dibantu orang dewasa, seperti makan, minum, berjalan, berlari. Saat ini…rasa otonomi anak mulai muncul. Di sinilah kadang terjadi konflik dengan orangtua (yang tidak tepat juga disebut konflik).

Pada dasarnya setiap anak memiliki fitrah untuk mandiri, dan keinginan untuk mengembangkan otonomi. Perilaku yang muncul dari fase ini anak akan tampak seperti membangkang atau melawan orangtuanya. Jika sikap ini ditanggapi secara tepat oleh orangtua, maka ia akan tumbuh menjadi anak atau individu yang mandiri, berpendirian kuat, dan tegas, serta berani.

Permasalahannya, tidak semua orangtua mengerti dan memahami apa yang terjadi di balik sikap si anak. Atau bisa jadi orangtua sudah mengerti, namun tidak tahu bagamana cara yang tepat dan bijak untuk merespon perilaku atau sikap anak. Sikap yang salah atau kurang tepat dari orangtua secara konsisten, akan menyebabkan anak tumbuh menjadi anak yang lemah dalam berpendirian, tidak punya kemauan kuat, cenderung merasa ragu-ragu melakukan sesuatu atau malu.

Disinilah pentingnya komunikasi. Komunikasi sangat amat berperan dalam menjalin interaksi yang sehat antara orangtua dan anak dalam setiap tahapan perkembangan. Namun perlu diketahui juga bagaimana cara berkomunikasi yang tepat kepada anak sesuai dengan tingkatan pemahamannya di usia itu.

Anak usia ini tidak lagi ingin didikte. Mereka menginginkan untuk melakukan sesuatu atas dasar keputusannya sendiri. Mereka merasa puas jika sesuatu yang ia lakukan adalah hasil dari keputusan nya. Oleh karena itu di usia ini, akan lebih baik jika orangtua menydorkan pilihan-pilihan ketimbang kita mendiktenya melakukan apa yang kita harapkan.

Tidak selalu berhasil memang, terlebih jika pilihan yang kita sodorkan tidak ada yang menarik baginya. Kita bisa saja memperlihatkan sisi-sisi menarik dari setiap pilihan itu. Atau mungkin kita bisa menambahkan 1 pilihan lagi tergantung kebutuhan.

Bagaimana jika semua pilihan yang kita tawarkan itu semuanya tidak menarik baginya, sementara kita ingin dia melakukan tugas-tugas yang harus dia kerjakan seperti mandi, makan, sikat gigi, dsb.

Saatnya kita perlu bersikap tegas. Bahwa mereka perlu melakukan tugas-tugas itu untuk kebaikan mereka sendiri, sambil menjelaskan konsekuensi jika ia tidak melakukannya.

Di sini mungkin akan terjadi konflik kecil. Tetaplah tenang, kita tidak sedang marah padanya. Meskipun ia berteriak, memukul, atau melakukan tindakan agresif lainnya, tetap bersikaplah penuh kasih sayang tapi sekaligus menunjukkn ketegasan bahwa tugas ini harus dilakukan secara konsisten.

Di sisi lain…sebagai orangtua kita perlu menjaga konsistensi kita dalam menegakkan peraturan tersebut. Mungkin kita merasa perlu sekali-sekali membebaskan mereka dari tugas, tapi ini akan membingungkan anak di kemudian hari…mengapa di lain waktu aku harus melakukan tugas sementara sekarnag aku bisa bebas.

Konsistensi yang harus dijaga tidak hanya dalam menerapkan peraturan ke anak, tapi juga menerapkan kebiasaan baik itu untuk diri sendiri. Kita harus bisa menjadi contoh nyata bagi mereka melalui sikap dan perbuatan kita.

24 Jun 2009

Memaknai Uang Untuk Memulai Perencanaan Keluarga


Sering mengalami masalah keuangan? Misalnya, uang gaji sebulan tau-tau habis dalam sekejap tanpa bisa tau kemana uang itu dihabiskan. Ya memang, dapet uang susah dan berasaaa banget, tapi begitu membelanjakan ngga berasa. Berasanya belakangan, begitu dompet dan tabungan di bank menipis dan ngga ada cadangan sama sekali. Duh...

Apa masalahnya? Kekurangan uang? Yaa...mungkin. Mungkin kita memang perlu menambah sumber pendapatan seperti mengambil pekerjaan paruh waktu atau memulai bisnis sendiri. Lalu apa masalah akan selesai begitu saja, setelah bisa mendapatkan tambahan uang per bulan.

Hehe...ngga juga ternyata. Karena bahkan orang kaya banget sekalipun tetap mengalami masalah dengan keuangannya. Kenapa? Ternyata masalahnya ada di perencanaan keuangan.

Ya...siapapun dia, berapapun gajinya, besar atau pun kecil, perlu sekali melakukan perencanaan keuangan.

Apa saja yang mencakup perencanaan keuangan itu?

Pertama kita perlu menyadari hakikat uang itu. Lalu kita perlu merumuskan untuk apa kita memiliki uang. Artinya...uang yang kita gunakan akan kita gunakan untuk apa. Kita bisa memulai nya dengan menentukan tujuan keuangan kita. Pasti kita akan berpikir, ya kita pakai uang buat makan, buat membeli barang-barang kebutuhan. Juga membeli sesuatu yang kita inginkan. Yap sudah pasti itu. Kita butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apa cuma sebatas itu aja? Banyak orang saat ini mulai menyadari pentingnya menabung. Tapi...hanya menabung saja kita tidak punya tujuan yang jelas. Apalagi yang ditabung itu sisa gaji, itupun kalau ada.

Konsep perencanaan keuangan dari yang saya pelajari belakangan ini, adalah membatasi konsumsi saat ini untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Dengan cara membuat langkah-langkah untuk mencapai tujuan keuangan. Tujuan keuangan terdiri dari jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Langkah-langkah untuk mencapai tujuan keuangan itu adalah dengan menggunakan penghasilan untuk dibagi pada kegiatan konsumsi, menabung dan investasi, dan pembayaran hutang (jika ada).

Saran dari perencana keuangan, komposisi yang tepat untuk ketiganya adalah, menabung dan investasi 30%, konsumsi dan pembayaran hutang 70%. Jadi...sejak awal penghasilan kita dapat, kita harus memprioritaskan anggaran untuk menabung sebesar 30% itu. Kenapa? Karena bisa jadi hidup kita di masa depan bergantung dari situ. Bukan hidup kita saja, tapi hidup keluarga kita.

Ubah mindset kita, bahwa penghasilan kita ya hanya yang 70% itu. Itulah yang akan kita pakai untuk kebutuhan saat ini. Misalkan gaji kita sebulan 3 juta. 30% dialokasikan untuk menabung dan invesasi yaitu sebesar Rp900.000, sehingga yang bisa kita pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumsi saat ini adalah kira-kira Rp 2.100.000. Sulit?

Ya...saya akui sulit. saya pun masih berjuang untuk bisa mengurangi konsumsi. Tapi ini soal mindset. Meluruskan mana yang kebutuhan, mana yang keinginan. Mana yang benar-benar penting, mana yang kurang penting.

Karena kalau kita tidak bisa membatasi konsumsi...bisa jadi bukan hanya tidak bisa menabung, tapi malah berhutang. Seorang pintar mengatakan, jangan jadikan diri kita diperbudak oleh uang. Tapi jangan pula jadikan uang sebagai benda keramat.

Artinya? Esensinya adalah pada tujuan. Kita bekerja untuk mencari uang. Lalu uang itu untuk apa? Kalau langsung dibelanjakan untuk ini itu, memperturutkan keinginan kita, lalu setelah habir kita mencari segala cara untuk mendapatkan uang, entah benar atau tidak caranya. itu artinya kita sudah diperbudak oleh uang.

Uang kita simpan, kita irit-irit, sampai-sampai anak kita ngga terpenuhi kebutuhan gizinya, bajunya compang-camping...itu juga ngga bener lah ya...bukan berarti kita harus mengeramatkan uang.

Kembali pada tujuannya. Kembali pada hakikat uang. Uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, pakailah sewajarnya, sesuai kebutuhan, dan simpan selebihnya untuk keperluan di masa datang, entah sesuatu yang telah kita rencanakan, atau sesuatu yang sifatnya darurat.

Gambar diambil dari http://weblogs.cltv.com/news/local/chicago/2008/04/

27 Apr 2009

Alas Kaki Buaya

Bagaimana bisa alas kaki dengan model dan bentuk yang aneh itu bisa menarik begitu banyak orang antri untuk mendapatkannya?




Sepatu Crocs telah dikenal kalangan atas sebagai merek yang cukup prestisius, karena counternya terletak di tempat-tempat yang ekslusif seperti mall-mall papan atas. Terlebih harganya yang memang mahal, cukup menambahkan kesan mewah, walaupun dari segi penampilan tampak kasual, dan bahkan bagi sebagian orang bentuknya terlihat jelek dan aneh.




Namun ketika orang mulai mencoba memakainya, dan merasakan fungsinya yang antislip, anti bau, dan nyaman, word of mouth lah yang kemudian beraksi menggenerate konsumen lebih banyak lagi. Lama-lama tampilan yang aneh dengan pilihan warna yang bervariasi dari yang ngejreng sampai yang hitam, menjadi terlihat unik bagi pemakai atau orang yang melihatnya. Beberapa orang menyebut alas kaki itu mencerminkan kepribadian pemakainya. Terlebih beberapa selebriti yang memang sudah keren, tampak dengan nyaman memakai alas kaki itu, menambah kesan keren pada alas kaki itu.




Lalu...kenapa hanya karena ada promo diskon, mampu membuat antrian sepanjang 2 lantai?




Tentunya bukan karena harga yang lebih murah saja yang dijadikan alasan. Seperti yang dijabarkan oleh Stephen Brown (seorang profesor di bidang riset marketing di University of Ulster, dengan TEASE Framework nya, unsur trickery, exclulsivity, dan amplification sekaligus berperan dalam terbentuknya antrian panjang tersebut.




Selama ini Crocs tidak pernah mendiskonkan produk alas kaki anehnya itu. Faktor inilah yang menjadi magnet bagi banyak orang yang mengenal merek ini. Kelangkaan peristiwa pendiskonan dan citra produk yang prestisius dan eksklusif, ditambah pula dengan pengumuman diskon di media nasional tertentu yang sudah pasti sesuai sasaran pasarnya.


Maka ketika diumumkan diskon, wajar saja banyak orang yang memburunya. Mungkin yang paling kuat dari beberapa alasan di atas adalah kesan prestisiusnya. Dan mereka kali ini mendapatkan kesempatan langka untuk menjangkau barang prestisius itu dengan harga yang lebih murah dari aslinya (walau tetap saja mahal dan tampak tidak sebanding dengan barangnya).

20 Apr 2009

Facebook dan Pemasaran

Di era digital ini, di mana semuanya serba mobile, serba connected to internet, semua aspek kena dampaknya. Seperti halnya dalam pemasaran, mulai berkembang yang namanya digital marketing atau pemasaran dengan media digital seperti internet. Banyak praktisi pemasaran dan bisnis yang mau tidak mau merambah internet dengan segala fasilitas dan media yang ada demi mencicipi berkah rupiah dan dolar yang mengalir dari konsumen pengguna internet. Salah satu media yang saat ini paling sering disebut-sebut adalah Facebook, sebuah situs jejaring sosial dengan pengguna lebih dari 100 juta orang.


Namun, benarkah situs jejaring pertemanan adalah media pemasaran yang efektif?


Jawabannya:Ya dan tidak.


Kenapa "YA"?

Situs jejaring pertemanan menyediakan fitur dan fasilitas yang membuat kita senantiasa terhubung dengan banyak orang. Kita bisa menemukan rekan atau teman yang pernah hilang dari peredaran kita. Kita bisa berbagi foto, berbagi artikel yang menarik dan informatif, berbagi pemikiran, dan berbagi apapun (asal bukan hal yang terlalu personal, pastinya). Termasuk, kita bisa menciptakan topik yang dapat memancing 'friend' di jaringan kita untuk berdiskusi. Arah diskusi bisa membantu kita menemukan apa yang menjadi trend saat ini, atau apakah yang sedang dicari oleh banyak orang. Seperti pernah dijabarkan di artikel yang mengurai tentang definisi pemasaran, menemukan apa keinginan konsumen adalah salah satu dari rangkaian aktivitas pemasaran.


Kenapa "TIDAK"?

Bayangkan kita sebagai konsumen, dan dalam jaringan 'friend' atau 'contact' kita ada satu yang statusnya isinya nawarin produk melulu. Statusnya tidak jauh-jauh dengan kata-kata "Sale...", "New Release...", dsb. Apalagi posting statusnya sampai setiap hari malah setiap jam. Kalau sudah begini, jangankan meningkatkan penjualan dan mengefektifkan pemasaran atau mendapatkan konsumen baru, yang terjadi malah calon konsumen pada lari karena gerah dan risi dengan penawaran yang bertubi-tubi.


Jadi...kalau kita memang mau menjadikan situs jejaring sosial sebagai media pemasaran untuk meningkatkan penjualan atau menambah konsumen, berusahalah seimbang. Berikan pada mereka informasi yang berguna yang berkaitan dengan produk kita. Misalnya, bisnis kita di bidang fashion, beri tips tentang memadupadankan pakaian, memilih asesoris untuk melengkapi penampilan, dsb. Tulis di note dan biarkan mereka membacanya. Tips seperti itu bagi orang yang memang peduli dengan fashion, tentu akan membuat mereka mencari tahu dimana mendapatkan asesoris yang sesuai itu.

Pemasaran adalah mempertemukan masalah dengan solusi, jadi seharusnya berikan solusi yang bernilai lebih bagi konsumen.

What Is Your Passion?

Quote yang paling menginspirasi: "I am stronger than my excuses".