10 Nov 2017
Piknik #JadiBisa Lebih Hemat
30 Okt 2017
Shalih / Shalihah Itu Bukan Sekedar Rajin Sholat dan Pintar Mengaji
25 Sep 2017
Drama Minah Baper Udin Selow 2
Minah Parnogami (Parno Dipoligami)
Lagi happening banget sekarang topik pelakor. Juga lagi naik daun isu poligami. Eh... Waktu ngumpul sama sahabat-sahabatnya, topiknya poligami jugaa.
Pulangnya, si Minah mikir-mikir, duh, mana kuat gue kalau suami poligami. Salut deh kalau ada wanita yang rela berbagi suami dengan ikhlas. Lakinya juga kudu adil lahir batin. Dan motivasi poligaminya apa duluuu.
Udin pulang malam hari ini. Minah udah ngerti kalau setiap hari Jumat memang ada agenda tambahan. Biasanya suka ada meeting di luar.
Besok paginya, Minah cuci-cuci piring. Dia bukain tas anaknya dan suaminya untuk ambil kotak bekal makan siang untuk dicuci sekalian. Eh... Kok, di tas Papih ada dua nih kotak makannya. Satu lagi dari siapa yaa?
Langsung teringan obrolan sahabat-sahabatnya tentang poligami dan pelakor. Duuh... Jangan-jangan... Masak siih... Ah Si Papih gitu-gitu setia kook. E, tapi... Yang namanya manusia, laki-laki pulak, bisa aja kaan. Hikss... 😨
Tenang, Minah, tenang. Ntar tanyain baik-baik yaa, kalo si Papih udah mandi, batinnya.
Selesai mandi, dengan nada tenang Minah tanya, "Pih, kok ada kotak makan dua biji di tas?"
"Emak yang bawain. Kemarin sempet mampir rumah," jawab Si Udin lempeng.
Halaahh... Minah tepok jidatnya sendiri, ngetawain dirinya yang parno duluan.
Drama Minah Baper Udin Selow 1
Rambut Baru Minah
Minah habis potong rambut. Dari gaya rambut panjang yang biasanya selalu dikuncir kuda, jadi pendek ngebob. Minah ngga sabar pengen tau komentar suaminya, Udin, melihat gaya rambutnya yang baru nanti.
Tak lama, Udin pun pulang kerja. Minah menyambutnya sambil tersenyum. Tapi... Setelah Minah mencium tangan Udin, Udin cuma tersenyum selintas dan langsung bersiap mandi.
Minah antara kecewa dan jengkel. Datar amat sih jadi laki, pikirnya. Sama istrinya sendiri pelit amat kasih komentar?
Selesai Udin mandi, Minah lagi masak oseng-oseng tempe pakai wajan stainless steel. Sreng sreng sreng....
Minah memainkan orkes wajan sambil pasang tampang kusut. Dalam hatinya ada kompor yang ga kalah panas sama kompor di depannya.
Batinnya, "Ntar mau gue tanyain!! Tapi gue harus tenang... Nanyanya ga pake emosi. Datar aja.... Datar".
Minah berusaha menenangkan diri sambil bikin skenario gimana cara nanyain Si Udin perihal kenapa kok ga ada komentar soal rambut barunya.
Setiap kali Udin lewat dapur, bunyi sotil beradu wajan makin kencang, sreeng sreng BRENGGG...
Entah Si Udin paham kode Minah, atau entah karena alasan lain, Udin lalu berkomentar mengagetkan tapi dengan nada lucu.
"Adeek.... Mami rambutnya gantiii, nii... Udah liat beloom? Mami, potong rambut di manaaa?" komentar Udin dengan gaya bertanya ke anaknya.
Eh.... Si Minah tadinya gengsi mau nanggepin. Sempet mikir, mau ngelanjutin ngambek apa udahan aja ya? Ah, udah capek juga ngambek. Toh udah dikomentarin gini. 🙌
Akhirnya Minah jawab, "Iyaaa! Habis gerah sih. Juga lagi pengen gaya baru. Potongnya di salon sebelah." Minah jawab sambil senyum-senyum ga jelas.
24 Jan 2015
Kado Terindah yang Berat dan Tebal
Saat itu di Yogyakarta bulan Maret 2004
“Kita sebaiknya ngga bertemu dulu untuk beberapa waktu.”
Ibu: Profesi Abadi
Semenjak mengetahui sosok Ibu Septi Peni, saya disadarkan kembali bahwa menjadi Ibu adalah pekerjaan yang harus dijalankan secara profesional. Karena, seorang ibu adalah pendidik generasi bangsa. Kita tidak bisa hanya mengandalkan perasaan saja untuk menjadi ibu. Diperlukan ilmu dan pengamalannya.
- Homo ludens, yaitu makhluk yang senang dengan permainan dan bermain
- Rentang konsentrasi rata-rata anak adalah 1 x usianya
- Secara natural, anak adalah makhluk pembelajar
- Delapan puluh persen otak anak berkembang di usia 0 – 8 tahun, dan masa-masa keemasan mereka adalah 0 – 3 tahun
- Stimulus anak sejak dini akan menentukan karakter anak selanjutnya.
- Bunda sayang. Bunda mampu mencurahkan perhatian, kasih sayang dalam membesarkan dan mendidik anak. Menerapkan komunikasi produktif, membimbing anak agar memiliki ekspresi kreatif, memberi motivasi, mengajarkan kemampuan akademik dasar (membaca dan berhitung) dengan kasih sayang.
- Bunda cekatan. Bunda mampu menjalankan perannya sebagai pengelola keuangan keluarga, dokter dan perawat keluarga, safety riding, mengelola rumah agar nyaman dan elok.
- Bunda produktif. Bunda mampu membantu perekonomian keluarga, menjadi komunitas pembelajar, komunitas industry, memberi manfaat bagi lingkungan sekitar
- Bunda Shalihah. Bunda mampu menjadi contoh, berkarakter mulia.
- revitalisasi makna ibu
- adanya pendidikan dan pelatihan bagi para ibu
- pengembangan saran ibu professional
- dibentuknya jaringan kemandirian peremuan.
19 Jan 2015
Mbak Ye dan Tumor
9 Nov 2014
Belanja Gamis Praktis :)
Caranya:














